​Sikap DPRD di Nilai Memalukan

0
812

Dumai, SuaraTrust.com – Tindakan sejumlah anggota DPRD menghentikan proyek beberapa hari lalu tidak sepenuhnya didukung oleh masyarakat. Justru tindakan yang disampaikan ketua komisi 3 saat itu banyak ditangapi negatif oleh masyarakat sendiri, ditambah lagi siang menggertak malam kongko-kongko bertemu pihak PGN.

Warga Dumai, Hendra mengaku malu dengan tindakan anggota DPRD yang tidak berpikir sebelum melakukan hal itu. “keaadaan seperti ini jadi tontonan masyarakat pikirkanlah pembangunan nasioanal kedepan. Karna dumai sangat minim apbd. Kapan lagi kita menjadi kota yang berkembang. bersyukur dumai salah satu yang termasuk dalam program pembangunan nasioanal,” katanya kepada wartawan ahad (26/2) pagi.

Banyak warga lainnya setuju atas apa yang disampaikan warga Dumai Selatan ini,  lanjut Hendra menyampaikan, “saya rakyat mengerti dengan hal seperti itu mustahil wakil rakyat tidak tau kalau itu adalah pembangunan nasioanal. DPRD dumai adalah lembaga terhormat lembaga kebanggaan kami semoga kedepan menjadi lebih baik dan jika ada sesuatu hal keraguan bisa di panggil saja pihak perusaannya ke markasnya DPRD yakni gedung perwakilan rakyat dumai.”Tandasnya.

Ia berpendapat, kalau alasan DPRD mengatakan keluhan masyarakat terus turun ke lokasi. Sebaliknya keluhan masyarakat jauh lebih besar dari pada hal itu. Contoh bayak nya TKA. Banyak nya penyelundupan. Banyak nya imigran gelap. Pencemaran lingkungan. Sengketa lahan dan sebagai nya. “tapi syukurlah hal ini hanya kesalah pahaman saja. Dan semua nya sudah kondusif pembangunan berjalan lancar.” katanya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Harian KNPI Kota Dumai, Agus Tera sejak awal ia sudah melihat ada gelagat tidak baik saat anggota dewan turun dan menghentikan proyek galian pipa tersebut. “Makanya saat sidak saya sampaikan langsung ke anggota dewan yang hadir, kalau mau bertindak tegas jangan tanggung-tanggung, ternyata benar, siang menggertak malam sudah pertemuan,”tuturnya.

Ia mulai mempertanyakan siapa yang dibela anggota dewan, masyarakat atau hanya untuk kepentingan pribadi.”Jangan setiap turun alasannya untuk kepentingan masyarakat, ujung-ujungnya ada maksud lainnya,”sebutnya.

Agus mengatakan  masyarakat Dumai terutama pemuda sudah bosan dengan tingkah mereka. “Jangan gadaikan kami untuk kepentingan pribadi,”tuturnya..(TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here