Alamak,, Diduga Panwaslucam Sungai Sembilan Pukul Relawan Solikhin

0
190

Dumai (SuaraTrust.com) – Detik-detik jelang Pilkada pada 17 April 2019 ini menjadi kompetisi sengit bagi para Calon, baik Calon Presiden-Wakil Presiden, DPRD Daerah, Provinsi dan Pusat serta DPD RI.

Sehingga masa Kampanye yang diberikan oleh KPU, dimanfaatkan para Calon dan Tim Calon untuk bercengkerama kepada masyarakat. Guna meraih simpatik dari masyarakat untuk memilihnya.

Dengan masa kampanye, Bawaslu adalah sebagai Lembaga pengawas tingkat Kota/Kabupaten, untuk pengawasan ditingkat Kecamatan yaitu PANWASLU.

Beberapa hari yang lalu, Solikhin Dahlan Calon DPRD Provinsi Riau dari Partai PKB dihebohkan dengan adanya pengaduan dari salah satu Relawannya diduga di tokok (dipukul) oleh Ketua Panwaslu Kec.Sungai Sembilan Kota Dumai inisial (D), menggunakan contoh kertas Surat Suara.

Relawan yang diduga di tokok Ketua Panwaslu tersebut adalah inisial (i) dikediaman rumahnya.

Awak Media melakukan konfirmasi kepada Ketua Panwaslu Kec.Sungai Sembilan (D) via selulernya terkait kebenarannya.

(D) mengatakan, bahwa Calon DPRD Riau Solikhin Dahlan melakukan kampanye tanpa Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) dari pihak Panwaslu.

“Solikhin melakukan temu ramah dengan masyarakat di Dua titik di Kec.Sungai Sembilan. Lokasi pertama dirumah (i) yang merupakan rumah mertua saya, dan lokasi kedua dirumah warga Gg. Pala Rt.15 Kel.Tanjung Penyembal,” ungkap (D).

“Nah diwaktu kami menemui Solikhin dilokasi kedua, beliau tidak dapat menunjukkan STTP. Nah Solikhin berdalih bahwa ia melakukan kunjungan sebagai Anggota Dewan, menyerap Aspirasi masyarakat.” beber Ketua Panwaslu Sungai Sembilan.

Menurut (D), mendengar begitu, saya bersama Pengawas Kelurahan dan Desa kembali kelokasi Pertama di kediaman rumah mertua saya, disitu ada (i) yang merupakan keponakan saya.

“Didalam rumah tersebut, kami melihat berserakan ratusan lembar kertas contoh surat suara yaitu contoh surat suara Solikhin Dahlan dan Kartu nama,” ungkap (D) lagi.

“Mengenai katanya saya menokok/memukul (i) itu tidaklah kuat, sebab (i) adalah merupakan keponakan saya, dan (i) ketika ditanyai penyampaian tak jelas, dan saya tidak tau jika keponakan saya adalah Tim Sukses Solikhin,” terang (D).

“Saya tidak merasa memukul (i) dengan kuat, itu hanya sebagai peringatan, itupun dengan kertas contoh surat suara. Setau saya (i) adalah Saksi di TPS, karena pernah di Bimtek, menjadi saksi Partai PKS. Jika begitu, kami akan menyurati Solikhin.” tandas Ketua Panwaslu Sungai Sembilan via selulernya.

Pernyataan Ketua Panwaslu Sungai Sembilan (D) ditanggapi Solikhin Dahlan Calon DPRD Provinsi Riau dari Partai PKB melalui Kuasa Hukumnya Hotland Thomas SH & Partners kepada awak Media.

Bahwa salah satu Relawan Kliennya diduga di tokok (dipukul) oleh Ketua Panwaslu Kec.Sungai Sembilan.

“Dalam aturan dan UU Pemilu, tidak ada menuangkan bahwa Bawaslu maupun Panwaslu ketika menemukan pelanggaran terhadap Calon, melakukan tindakan kekerasan. Nah tindakan anarkis Panwaslu tersebut sudah diluar ranahnya sebagai Pengawas Pemilu,” ungkap Hotland, Senin (15/04/2019) dalam Konfrensi Pers nya.

“Jika ada pelanggaran terhadap para Calon, yang dilakukan oleh Panwaslu adalah menyurati ke Bawaslu serta ke Calon DPRD dan juga Partai. Bukan melakukan tindakan anarkis.Kalaupun Solikhn salah, kan ada sangsi administrasi,” beber Pengacara Muda ini.

Lanjutnya,”Menurut keterangan (i) saat kita konfirmasi, bahwa ia ditokok/dipukul dikediaman rumahnya dihapan rame orang dirumah tersebut. Tentunya ini membuat malu Relawan klien kita. Saat ini kita sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk menindaklanjuti keranah hukum.” tegas Hotland Thomas SH.

(TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here