AMPHIBI Tinjau Banjir

0
381

SuaraTrust.com – AMPHIBI bersama Dewan Pengarah & Pertimbangan Pengelolaan Sampah Nasiona Tinjau Lokasi Banjir di Kota & Kabupaten Bekasi.

Senin, 20 Februari 2017 Hujan deras merata selama 3 jam menyebabkan terjadinya Banjir di Wilayah Kota & Kabupaten Bekasi.

Team Investigasi AMPHIBI (Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup & B3 Indonesia) yang di ketuai Agus Salim Tanjung So,si bersama DPPPSN (Dewan Pengarah & Pertimbangan Pengelolaan Sampah Nasional)
Riza V.Cahyadi,  Candra Hutasoit melakukan peninjauan turun ke lokasi Banjir.

Banjir yang menggenangi Perumahan Rawa Lumbu, Taman Narogong Indah, Pondok Hijau Permai Suzuki Pintu 2 Kota Bekasi dan Perumahan Jati Mulya Tambun Selatan Kabupaten Bekasi.

Salah satu penyebab terjadinya Banjir akibat banyaknya tumpukan sampah di bibir gorong-gorong saluran dan jembatan kali yang melintasi wilayah ini. Hilir dari lintasan kali ini Perumahan Jati Mulya Tambun Selatan Kabupaten Bekasi juga ikut terendam mencapai 70 – 100 cm.

Air adalah sumber kehidupan manusia, tetapi kalau melebihi tentunya menjadi musibah terhadap manusia.

Penyebab bencana banjir terjadi akibat kurangnya kepedulian masyarakat terhadap Alam ini.

Perambahan Hutan, Penebangan Pohon Pelindung tanpa memikirkan menanamnya.
System penataan pembangunan yang tidak sesuai peruntukannya. Penataan system drainase air yang buruk dan minimnya Pengelolaan Sampah adalah penyebab utama bencana Banjir tegas Ketua Umum AMPHIBI Bung AST.

Saat melakukan penyisiran disepanjang kali yang melintasi Kota dan Kabupaten Bekasi, Team AMPHIBI dan Dewan Pengarah & Pertimbangan Pengelolaan Sampah Nasional menemukan beberapa titik tumpukan sampah sebagai pemicu penyebab terjadinya banjir di wilayah ini.

Harus ada solusi yang tepat dan bermanfaat untuk mengatasi  sampah dan banjir yang selama ini merugikan masyarakat, tegas Ketua Umum AMPHIBI didampingi Anggota Dewan Pengarah dan Pertimbangan Pengelolaan Sampah Nasional.

Menyikapi tentang keberadaan Folder/Danau Resapan Air di Kelurahan Pengasinan Kecamatan Rawa Lumbu Kota Bekasi Ketum AMPHIBI mengatakan ” itu perlu dikaji ulang”.

Dari semenjak berdiri fungsi polder tersebut sebagai penampung resapan air tidak berfungsi.
Seharusnya polder tersebut bekerja efektif mengurangi dampak Banjir.
Ada keganjilan yang terjadi dalam Proyek Pembangunan Polder tersebut.

Kami akan menyikapi kembali tentang fungsi Polder Pengasinan yang dibangun dengan menelan dana puluhan miliar rupiah oleh Dinas PU Bina Marga Tata Air Pemerintah Kota Bekasi, tegas Ketua Umum AMPHIBI Bung A.S.Tanjung.

(red.Je’n Spd Siregar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here