Bahaya,, Pemerintah Kota P.Sidimpuan Bisa Di Pidana Di Duga Mengabaikan Pencemaran Lingkungan / Polusi Udara Yang Dilakukan Pabrik PT.VIRGO Di Kec P.Sidimpuan Selatan

0
1530

P.Sidimpuan, SuaraTrust.com

Kota P.sidimpuan menjadi kota paling berpotensi berpolusi di Tabagsel versi NGo Forester Indonesia dalam penelitian secara kualitatif di beberapa daerah Tabagsel disebabkan adanya Private Sektor Di tengah tengah Kota, Kamis (19/03/2020).

Polusi udara di tengah kota P.Sidimpuan ini dapat membunuh dalam senyap warganya, apalagi pemerintah kota P.Sidimpuan Selalu di duga melakukan pembiaran mengenai hal ini , kalau seperti ini terus pemerintah kota Padang Sidempuan bisa di PIDANA. Mengingat PT. Virgo ini adalah suatu perusahaan industri pengelola getah karet yang berada di tengah Kota P.Sidimpuan dimana jika melakukan produksi selalu menimbulkan bau tak sedap.

R.Sumanda selaku pendiri NGo Forester Indonesia yang saat ini berafiliasi bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLhK) di Jakarta mengenai lingkungan hidup baik di bidang peningkatan ekonomi masyarakat lokal yang berkelanjutan serta melakukan penyadartahuan tentang lingkungan hidup dibeberapa wilayah di Indonesia khususnya di bidang Limbah B3.

R Sumanda juga sudah melakukan koordinasi kepada seluruh pihak-pihak termasuk Dinas Lingkungan Hidup Daerah Kota Padangsidimpuan bahwasanya pemerintah kota Padang Sidempuan belum mempunyai alat pemantau kondisi atau kualitas udara yang maksimal, saat di hubungi via telepon pak Wahid selaku staff DLH daerah P.Sidimpuan mengatakan Jika mengambil sampel udara daerah P.Sidimpuan harus dikirim dahulu ke Medan untuk mengetahui hasilnya untuk di analisa, mengingat di sekitaran PT. Virgo di kelurahan aek Tappang jika melakukan aktivitas produksi selalu memberikan aroma tidak Sedap yang membuat masyarakat sekitar perusahaan radius 3 Km merasa tidak nyaman di tambah kurang y penghijauan diLokasi tersebut.

Salah satu masyarakat Padang matinggi Pak Candra terkadang merasa mual jika terus menghirup bau tak sedap pungkasnya apalagi saat musim hujan” bahkan yang sangat mengejutkan hal ini sudah terbiasa sekian tahun bahkan seolah-olah ini sudah terbiasa dan dibiarkan saja.

Bahkan yang ironisnya PT. virgo Ini berada di tengah Kota Padangsidimpuan. Menurut R.sumanda Perlu kiranya ada kajian Ulang dalam menyusun Dokumen UKL dan UPL (AMDAL) mengingat selain udara ada juga indikasi pencermaran air di Sub das Sungai Batang Ayumi _ Bantang Angkola.

Seharusnya Pemerintah Kota. P.Sidimpuan memberikan informasi terhadap masyarakat sekitar tentang kondisi atau kualitas udara sekitar pabrik PT.Virco agar terhindar dari penyakit.

Ketika pemerintah kota Padang Sidempuan menyampaikan kondisi atau kualitas udara secara berkala maka tugas pemerintah selanjutnya memberikan arahan agar masyarakat sekitar bisa menghindari udara kotor khususnya Wilayah Kecamatan Padangsidimpuan Selatan Jangan diam_diam saja pak !!

Kita juga berharap Anggota Dewan di Kota P.Sidimpuan yang terhormat di komisi II yang membidangi Lingkungan hidup melakukan inspeksi terarah ke lokasi, mengingat hal ini sangat serius, coba ditanyakan jadwal produksi apakah tengah malam apa disiang hari , untuk menimalisir bau menyengat disekitar pabrik yang bisa merusak pernapasan, sedangkan asap saja kita bisa kena ISPA pungkasnya, selain dari itu perlu dipertanyakan dana Kewajiban dan dana CSR PT Virgo ada mengalokasikan biaya kesehatan disekitar pabrik atau tidak. Lebih dari pada itu apakah boleh pabrik industri berada di tengah-tengah Kota ??? Kalau memang ada kita mohon kepada pemerintah daerah di tunjukkan Perdanya kalau pun ada Mohon tinjauan ulang kembali pak..!!

Kita ketahui bersama bahwa sesuai regulasi UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan pengelolaan lingkungan hidup (PpLh) harus di tegakkan. Sekian tahun sudah berlalu masih saja kita merasakan aroma tak sedap yang lahir dari PT. Virgo. dan kepada PT.Virco agar membuat langkah strategis untuk mengatasi hal ini.

Untuk kedepannya NGo Forester Indonesia akan melakukan kajian mengenai hal ini baik kepada pihak kedokteran soal dampak pernapasan dan akan meminta kepada Pemerintah Kota.P.sidimpuan untuk melakukan peninjauan turun ke lokasi meminta pendapat langsung kepada masyarakat lokal sekitaran pabrik PT.Pirgo, Dimana saat dihubungi via telepon Pihak perusahaan PT. Virgo enggan untuk menjelaskan nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here