Diduga PT.PCR Lakukan Pembebasan Lahan Masyarakat di Teluk Ketapang Sungai Cingam illegal

0
328

SuaraTrust.com – Konflik lahan masyarakat dengan PT Panca Citra Rupat ( PCR ) yang berada di Desa Sungai Cingam Kecamatan Rupat, setelah berjalan hampir satu tahun lamanya kini mulai menemukan titik terang dan memasuki babak baru.

Terkait hal ini Mukhib, Jailani dan Heru Supriono selaku pemilik lahan di Teluk Ketapang Desa Sungai Cingam Kec.Rupat Kab.Bengkalis saat di wawancarai EraRiau.com Selasa 23/03/2017 mengaku merasa geram dengan pihak PT. PCR ini.

” Lahan kita berjumlah 86 Hektar di Teluk Ketapang Sungai Cingam kini di kuasai oleh PT. PCR, dan permasalahan ini sudah mulai tampak titik terang, sebab kami mendengar pengakuan pihak Manager bahwa perusahaan ini membebaskan lahan masyarakat berdasarkan surat tanah milik pengusaha sebelumnya sebanyak 118 surat yang kategori tidak sah” Ungkap Muhkib.

Lanjutnya” Selama ini pihak PT.PCR tidak mau terbuka perihal pembebasan lahan trsebut, sehingga ada lahan milik masyarakat yang hilang tanpa ada ganti rugi” Tegas Muhkib dengan nada kesal.

Heru Supriono juga menjelaskan ” Kenyataan ini didengar dalam gelar perkara yang dilaksanakan pada Tgl 15 Maret 2017 di ruangan Ditreskrimum Polda Riau, dimana pihak perusahaan diwakili oleh Pengacara dan Managernya Bukian serta Kepala Desa Sungai Cingam Azman” Terangnya.

” Dalam gelar perkara tersebut, bahwa kami dari 3 nama memiliki Alas Hak atas lahan yang kini di duduki PT. PCR, memiliki surat yang diterbitkan pada Tahun 1962, 1984 dan 1999″ Ungkap Heru.

Menurut Muhkib lagi, anehnya belakangan ada terbit surat pada Tahun 2007 yang lalu dengan mengaku pemilik lahan mereka, yang di anggap pelanggaran hukum. Oleh karena itulah Muhkib menyimpulkan Pembelian lahan oleh PT. PCR di anggap memiliki unsur dugaan illegal.

” Awalnya kita telah berkali-kali berupaya meminta agar penyelesaian konflik lahan ini secara kekeluargaan dengan jalan damai, akan tetapi pihak PT. PCR dan Kepala Desa malah berfikir sebaliknya, terkesan meremehkan sehingga kami laporkan kepihak kepolisian agar ditempuh secara hukum” Tegas Muhkib.

Lanjut Muhkib” Permasalahan sengketa lahan ini sudah kita laporkan kepihak Polres Bengkalis dan sedang dalam proses penyelidikan, namun kita menduga belum mendapat titik terang, oleh karena itulah melanjutkan pelaporan ke Polda Riau” Ungkapnya.

Heru Supriono sebagai pemilik lahan terluas mengucapkan terimakasih kepada jajaran Polda Riau yang telah merespon laporan nya, tentang permohonan perlindungan hukum dan gelar perkara.

Jailani yang juga merupakan salah satu pemilik lahan menambahkan perkataan dari Muhkib dan Heru.

” Pada gelar perkara di Polda Riau, bahwa diduga Kepala Desa melakukan pemalsuan surat tanah, sebab orang tua saya pada Tahun 2007 sudah meninggal, namun bisa mengajukan surat tanah pada tahun 2010. Saya sangat aneh ini, bagaimana ceritanya orang yang sudah meninggal bisa mengajukan surat tanah” Pungkas Jailani dengan nada geram.

Secara bersamaan ketiga pemilik lahan ini mengatakan” Kami berharap kepada pihak Polda Riau dapat mengusut tuntas permasalahan lahan kami yang di duduki PT PCR, agar perusahaan tersebut dapat mengganti rugi lahan kami dengan harga yang sesuai” Tutup Muhkib,Heru Supriono dan Jailani kepada EraRiau.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here