Diduga SMPN 3 Tapung Melakukan Praktik Pungli Dengan Modus Biaya Raport

0
423

Bangkinang, SuaraTrust.com – Praktek pungutan liar di dunia pendidikan sepertinya kerap terjadi diluar kendali. Orangtua Siswa pun selalu dibuat tidak berdaya. Mereka mau tidak mau harus menanggung beban psikis akibat aturan yang ditetapkan sepihak oleh oknum yang menciderai citra mulia pahlawan tanpa tanda jasa.

Kali ini, praktek tersebut terjadi di SMPN 3 Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Informasi kali ini diperoleh berdasarkan pengakuan salah satu Wali Murid (TN). Kepada awak media, Kamis (30/11/2017), TN mengatakan bahwa pihak sekolah telah mengutip biaya raport Siswa Kelas VII sebesar Rp 100 ribu per orang.

“Kata anak saya guru kelas menyampaikan biaya raport dibayar 100 ribu, saya terpaksa membayar sebab kami takut anak kami tidak miliki raport, guru kelas mengatakan kalau tidak dibayar maka tidak ada nanti raport anak untuk di isi nilai hasil ujian (dikatakan guru kelas), pembayaran uang raport dilakukan di koperasi SMPN 3 Tapung, tidak ada kwitansi pembayaran diberikan,” ungkap nya.

TN menambahkan, biaya raport yang dibebankan kepada peserta didik tidak pernah dimusyawarahkan pihak sekolah bersama komite dan orangtua murid.

“Saat Anak kami minta biaya raport sebesar 100 ribu, saya kaget, kok mahal sekali, lagi pula saya heran kenapa tidak pernah dimusyawarahkan biaya raport kepada kami??!,” ujarnya kesal.

BRC/ST

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here