Dugaan Pencemaran PT. Meridan, Anggota DPRD Komisi III Sebut “Dumai Hanya Dapat Sampah”

0
227

DUMAI, SuaraTrust.com – Anggota DPRD Komisi III menangapi keluhan warga setempat terkait dampak udara PT Meridan Sejati Surya Plantation (First Resources Group). Sebelumnya warga mengira perusahaan terlah mencemari permukiman penduduk. Warga mengklaim limbah perusahaan mengancam kesehatan lingkungan tempat tinggal mereka.

Anggota DPRD Komisi III Johannes Tetelepta, mengatakan, perusahaan wajib amdal dan UKL UPL harus memberikan jaminan pengelolaan lingkungan yang baik.

Khususnya PT Meridan Sejati Surya, “Mereka wajib membantu sarana air bersih bagi masyarakat sekitarnya. Dalam hal operasional kita gak jamin mereka sesuai prosedur.”ujar politisi partai Gerindra itu.

Pria yang kerap disapa Aci itu juga mempertanyakan IPAL perusahaan tersebut.” Kita pertanyaan apakah IPAL mereka semua berfungsi dengan baik, “sebutnya.

Anggota komisi III itu juga menegaskan, pelaku usaha saat mengusulkan amdal pasti mencantumkan kontribusi sebagai contoh CSR.” Sudah pantas mereka memberikan bantuan sarana air bersih. “ungkapnya.

” Kita tau apa yang mereka buat ,selama ini selain menghasilkan triliunan pajak export bagi negara mereka perusahaan yang berdiri di pesisir diduga mencemarkan air laut juga tanah. Dumai hanya dapat sampah. Mereka harus care dalam pengelolaan lingkungan hidup. Intinya perusahaan hendaknya salurkan csr yang betul betul dibutuhkan masyarakat . “tambahnya

Seperti dikabarkan sebelumnya, keberadaan perusahaan kini menuai protes warga setempat di Jalan Sidodadi RT 05. Setahun sejak perusahaan beroperasi, air hujan warga tidak lagi dapat di konsumsi. Masyarakat mengklaim perushaaan tidak komitmen atas menyediakan sarana air bersih yang di janjikan. Padahal sebenarnya hal tersebut sudah menjadi kewajiban perusahaan dalam penyediaan sarana tersebut.(adk)

 

Traju

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here