Duh, 11.500 Guru Swasta Harus Gigit Jari

0
349

Nusantara, SuaraTrust.com – Belasan ribu guru sekolah swasta harus gigit jari. Mereka belum mendapat dana tunjangan sertifikasi tahun 2016. Mereka terpaksa hanya mengandalkan tunjangan fungsional dari pemerintah daerah yang nilainya lebih kecil dibandingkan pemerintah pusat.

”Kalau tunjangan daerah kecil nilai uangnya, lebih besar tunjangan sertifikasi guru dari pemerintah pusat,” terang Kabid Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi, Agus Enap kepada INDOPOS (Jawa Pos Group), Kamis (15/12).

Agus menambahkan, total guru yang belum tersertifikasi di Kota Bekasi mencapai 11.500 guru yang tersebar di sekolah swasta. Penyebabnya, para guru itu belum mengikuti uji kompetensi guru (UKG) ataupun mengikuti pendidikan dan pelatihan. Termasuk masa kerja di atas lima tahun. ”Karena syarat itu yang harus ditempuh, untuk bisa tersertifikasi,” katanya.

Untuk hak para guru yang sudah mendapat seritifikasi, kata Agus, memperoleh dana bantuan Rp 1,5 juta per bulan. Sementara untuk tunjangan fungsional yang diberikan oleh pemerintah daerah Rp 3 juta per tahun. ”Kalau tunjangan sertifikasi guru itu langsung dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Agus menjelaskan, banyak guru swasta yang belum mendapat tunjangan sertifikasi karena tidak konsisten mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Dia mencontohkan, banyak guru yang keluar masuk dalam satu sekolah. ”Kalau keluar masuk sekolah itu bisa memperlambat mendapat tunjangan sertifikasi guru,” jelasnya.

Selain mendapat tunjangan sertifikasi Pemkot Bekasi, kata Agus juga, memberikan tunjangan daerah kepada guru PNS maupun non PNS. Di Kota Bekasi sendiri ada 7.200 guru yang berstatus PNS, sedang non PNS berjumlah 3.000 guru. ”Karena statusnya beda, maka pemberian bantuan tunjangan daerah juga berbeda,” ucapnya.

Misalkan, kata Agus, untuk tunjangan daerah guru PNS sebesar Rp 2 juta per bulan. Sementara tunjangan untuk non PNS sebesar Rp 250 ribu per bulan. Biasanya, untuk guru PNS mereka mengajar di sekolah negeri, dan untuk non PNS mengajar di sekolah swasta. ”Mereka tetap mendapat hak tunjangan daerah tiap tahun anggaran,” jelasnya (Jp/St )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here