Harapan dan Cita-cita Orang Pinggiran”Eka Seorang Gadis Kecil 15 Tahun” Bercita-cita…

0
506

Dumai, SuaraTrust.com – Eka adalah seorang gadis mau beranjak remaja usia 15 tahun , yang terlahir dari keluarga Miskin,Tidak Mampu atau  Pra Sejahtera itu adalah kata istilah Pemerintah jaman sekarang. Tinggal disebuah pondok dengan ukuran 4 m x 5 m = 20 m2 yang dihuni oleh oleh 9 jiwa dan MCK numpang dirumah tetangga sebelah.

Memang Tuhan berkehendak lain, tidak ada manusia yang bisa mengetahui rahasia Ilahi yang 3 itu, Jodoh,Rezeky dan maut. Itulah sekarang yang dialamai oleh Eka,putri ke 4 bapak Idris dari 10 orang bersaudara. Idris pria berusia 49 yang sehari-harinya bekerja sebagai nelayan buruh harian lepas  kapal sondong diKota Dumai Propinsi Riau. Yang terbilang penghasilannya sangat-sangat jauh dari cukup untuk menghidupi anggota keluarganya dan  Apalagi untuk menyekolahkan anak-anaknya kejenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Eka seorang gadis kecil yang saat itu masih berusia 12 tahun, Masih duduk dikelasa V SD diKel.Purnama Kec.Dumai Barat Kota Dumai, Cuma bisa menangis disaat kedua orang tuanya menyuruh Eka berhenti Sekolah dan Eka Semenjak tahun 2014 mulai berganti status dari Pelajar menjadi penganti Ibu dan bapaknya saat kedua orang tuanya mencari nafkah buat 6 orang adik dan juga dirinya.Karena kalau diharap dari penghasilan bapaknya yang tidak mencukupi. Ibunya bekerja sebagai buruh dibedeng pembuat batu bata diseberang sungai yang lumayan jauh dari rumahnya.

Setiap orang bisa dipastikan memiliki impian atau cita-cita dalam hidupnya. Tercapai atau tidaknya cita-cita tersebut bergantung kepada usaha dia dalam menggapainya. Dalam menggapai kesuksesan tentu dibutuhkan perjuangan ekstra keras, serta pantang menyerah. Sebab, tak ada kesuksesan instan di dunia ini. Ada harga pengorbanan yang harus dibayar mahal oleh siapa pun yang ingin menggapai sesuatu yang dicita-citakannya.

Eka gadis yang mau beranjak usia remaja ini berumur 15 Tahun dan tinggal di Kota Dumai di RT 25 kelurahan Purnama  merupakan keluarga yang kurang mampu dalam meraih impiannya menjadi seorang Polisi Wanita (POLWAN). Meski ada sebagian yang terkendala dalam keluarga.,  Itu semua tidak menyurutkan semangat Eka untuk menggapai cita-citanya, dan dia benar-benar ingin membuktikan bahwa orang miskin pun mampu bersekolah tinggi dan kelak bisa menjadi seorang POLWAN.

Eka hanya tersenyum getir dan menangis menyaksikan teman-temannya waktu sama – sama dibangku SD dulu,  melanjutkan sekolah kebangku SMP. Eka sadar sesadarnya dengan kehidupan dan perekonomian orang tuanya.  Jangankan untuk masuk sekolah favorit atau unggulan, Sekolah negri yang gratis pun orangtuanya tidak akan sanggup untuk membiayainya. Maklum, ayahnya hanya sebagai buruh nelayan di Kota Dumai. Upahnya yang tak seberapa hanya pas-pasan buat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Eka gadis berumur 15 tahun ini sangat ingin sekali menyambung kembali sekolah yang selama ini terputus di tengah jalan akibat dari perokonomian orang tuanya yang kurang mampu dan akan berusaha menempuh cita cita yang di inginkan.

Eka sangat berharap semoga kepada pihak “Pemerintahan Kota Dumai , yang terkait dalam program pengentasan kemiskinan dan juga Perusahaan – perusahaan besar yang berdiri dengan megahnya di Sepanjang Pesisir pantai Kota Dumai ini, Tersentuh hatinya untuk menjadi orang tua angkat eka” katanya kepada awak media online Kota Dumai.

Eka juga berharap dan bermohon kepada Pemerintahan Pusat diJakarta, Buat Pak Jokowi Presiden Repuklik Indonesia, “dengar jeritan hati nurani kami anak-anak Bangsa ini” Kata Eka dengan mata berkaca-kaca sambil mengakhiri ucapannya.

(AR/ST)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here