KLHK RI : Minyak Tumpah Kelaut Itu Pencemaran

0
275

Jakarta, SuaraTrust.com – Kepala Seksi I Direktorat Jendral Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan ( Dirjen PPKL) Ikhsan mengatakan tumpahan minyak itu merupakan pencemaran, demikian dikatakannya ketika melakukan dialog bersama perwakilan massa yang menuntut penanganan serius pusat terhadap tumpahan minyak di daerah Kota Dumai belum lama ini pasca kejadian di PT Nagamas Palmoil Lestari di Dermaga PT Pelindo Dumai.

Ditemui diruang kerjanya, perwakilan Aksi Peduli Lingkungan Dumai (APLD) mempertanyakan penanganan tegas pusat selalu Kabinet Presiden RI, mereka juga meminta agar aduan didaerah dapat segera ditindak lanjuti. “Selama ini kita selalu terkendala dengan urusan di pusat, ketika kita tanyakan di daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Instansi terkait mereka mengatakan sudah ditangani pusat, maka itu kami datang kesini untuk bertatap muka membicarakan langsung dan menyerahkan berkas aduan bersama bukti dokumentasi yang kami siapkan,” ujar Guspian Koordinator I APLD.

Ikhsan mengakui ia belum menerima laporan kejadian tersebut. “Kami belum mendapatkan kepastian tidakan, namun setelah menerima aduan APLD tentang minyak, itu jelas merupakan pencemaran, meskipun bukan bahan yang berbahaya seperti B3, namun dengan jumlah banyak tetap saja merupakan pencemaran, untuk penanganan kita belum menerima desposisi, tetapi minyak tumpah ke laut itu tetap namanya pencemaran.” tegasnya.

Usai melakukan diskusi ia juga memfasitias APLD ke Direktorat Jendral Penegakan Hukum Lingkungan Hidup RI, Kemal Amas didampingi Kepala Seksi Pengawasan Lingkungan (SPL) Alim langsung menerima aduan berkas pencemaran atas kejadian PT Nagamas Palmoil Lestari di kawasan Pelabuhan Pelindo (Pelindo) I Cabang Dumai. Di Gedung Manggala Wanabakti, Jalan Gatot Subroto, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Rabu (16/8).

Kemal Amas berjanji akan menyampaikan aduan APLD kepada Ibu Menteri Lingkungan Hidup. “Surat aduan akan ditelaah dan selanjutnya  pengaduan pengawasan dan sanksi administrasi, kita akan turun melakukan pengecekan nantinya,” sebutnya.

Ia memastikan jika akibat kejadian itu terdapat kerugian terhadap negara dan pencemaran akan di tindak berupa sanksi pencabutan izin, dengan catatan apabila izin tersebut di keluarkan oleh Kementrian pusat. “Begitu juga dengan amdal, jika terdapat pelanggaran kita akan mencabut Amdal mereka, namun hal ini kembali ke siapa yang mengeluarkan Izin dan Amdal mereka, yang memberikan izin berlaku sebagai pengawasan terhadap izin yang di keluarkan,” paparnya.

Seperti dijanjikan APLD saat aksi, jika penanganan terhadap daerah tidak tegas mereka mengiring permasalahan itu ke tingkat Kementrian pusat, mereka akan langsung menghadap menteri untuk melaporkan kondisi pasca kejadian tersebut. Selain itu kemungkinan mereka membuat pengaduan dan intens melaporkan kondisi pencemaran yang kerap terjadi di Kota Dumai akibat sering terjadi tumpahan minyak. “Hari ini kita bukti bahwa kita tergabung di APLD terdiri dari KNPI, Karang Taruna Pekat IB, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Gamki, Gammat, GMKI, Brigeez, yang menyatukan kekuatan menguncang industri raksasa yang dinilai berulang kali terjadi hal serupa,”tutup pria yang kerap disapa Agus Tera itu, Jumat (18/8)

Seperti dikabarkan sebelumnya, masa demonstran tergabungan dalam Aksi Peduli Lingkungan Kota Dumai melaksanakan unjuk rasa di pintu gerbang PT Pelabuhan I Cabang Dumai (Pelindo), Jalan Laksemana, Senin (31/7), masa menuntut pasca dugaan pencemaran yang terjadi akibat tumpahan minyak Stearin milik PT Nagamas Palm Oil Lestari sebanyak puluhan ton berindikasi kepada pencemaran lingkungan khusus laut.

Mencuatnya kejadian ini ke kepublik merupakan keresahan pihak perusahaan, berdasarkan catatan PT Nagamas Palm Oil merupakan perusahaan terbaik dalam terjadinya peristiwa tumpah minyak ke laut.

Pada tahun 2013 Tumpahan minyak mentah crude palm oil milik PT Nagamas Palmaoil Lestari di kawasan dermaga Portkala dan Dermaga B Pelindo I Dumai. Kejadian tumpah nya minyak mentah PT Naga Mas terjadi pada Kamis (9/5/2013) pukul 04.00 WIB itu karena minyak di tangki penimbunan Nagamas meluap. Terjadi akibat unsur kelalaian. Sanksi juga belum jelas. Jumlah minyak diduga puluhan ton.

Berikut Senin 27 Juni 2016 sekira pukul 13.00 WIB. Atas kejadian ini diduga puluhan ton mencemari laut Dumai. Sanksi belum diketahui hingga saat ini. Salah satu tangki timbun minyak sawit mentah (CPO) PT Nagamas.  Diduga mengalami kebocoran sehingga menumpahkan minyak kelapa sawit berjenis Crude Palm Oil ke perairan kota Dumai  pada

Kejadian lagi – lagi di PT Naga Mas Jum’at 30 Desember 2016. Kejadian mulai dari pagi Kamis (29/12) hingga Jum’at (30/12) pagi, tumpahan CPO rembesan dari pipa loading milik PT Naga Mas yang terletak dibawah dermaga pelabuhan yang menghubungkan dengan tanki perusahaan terus terjadi dan meneteskan CPO ke laut Dumai. Peristiwa ini juga disebab kan kelalaian petugas. Sanksi terakhir peristiwa ini juga tidak ada kabar.

Berulang Minyak jenis Crude Palm Oil (CPO) Tumpah diperkirakan 100 kilogram pada  Sabtu, 25 Maret 2017, sekira pukul 11.42. Perusahaan PT.NAGA MAS melakukan loading muat minyak CPO ke kapal MT. Kejadian disebabkan kelalaian petugas. Saksi belum jelas. (TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here