Kuasa Hukum PT. Dumai Bone Bersama Minta Polres Dumai Tindak Lanjuti Laporan Kliennya

0
1348

Dumai – ( SuaraTrust.com ) – Kuasa Hukum Pengusaha Bongkar Muat (PBM) yang tergabung di Asosiasi Pengusaha Bongkat Muat Indonesia (APBMI) yakni Hotland Thomas SH dan Yasman SH dari Kantor Advokat/Pengacara HS & PARTNERS LAW OFFICE Dumai meminta secara tegas kepada Polres Dumai untuk menindaklanjuti laporan kliennya, terkait persoalan dugaan Penipuan/Penggelapan yang diduga dilakukan oleh Ketua Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Dumai inisial (AB).

Pelaporan yang dimaksud Hotland adalah terkait persoalan Sharing Tarif WHIK (Perjanjian Kesepakatan Bersama) bagian Koperasi TKBM dari 100% mendapat 71% (Persen).

Dalam perjanjian yang disepakati pada Tahun 2013 ini, Pasal 19 tertuang, Perusahaan Bongkar Muat bersama UUJP TKBM menyepakati sharing tarif WHIK bagian Koperasi TKBM Pelabuhan Dumai mendapat bagian 71% (Persen), dan PBM mendapat bagian 29% (Persen).

Surat kesepakatan ini diketahui dan ditandatangani oleh Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan Dumai inisial (Capt.MM).

“Yang membuat kesepakatan tersebut adalah APBMI dan Kop.TKBM pada Tgl 3 Januari 2013 lalu. Nah klien kita yang tergabung di APBMI yaitu PBM, sejak dikeluarkannya kesepakatan itu, klien kita tidak pernah menerima bagian sebesar 29% tersebut.” ungkap Hotland Thomas SH, Rabu (22/05/2019) dikantornya.

“Dengan adanya persoalan ini, klien kita (S) dari PBM pada hari Selasa 23 Oktober 2018 lalu, sebelum ia memberikan kuasa kepada kita untuk menjadi Kuasa Hukum, klien kita telah melaporkan Ketua Koperasi TKBM (AB) ke Polres Dumai,” imbuh Hotland.

Namun kata Hotland lagi, laporan kliennya tersebut hingga kini belum ada tindaklanjut oleh Polres Dumai yang belum diketahui apa penyebabnya. Padahal kita sudah memberikan bukti-bukti dan saksi-saksi terkait persoalan ini.

Kemudian SP2HP terakhir dari penyidik Polres Dumai, untuk melengkapi berkas-berkas yang diminta oleh penyidik sudah kita serahkan semuanya. Namun hingga saat ini terlapor belum juga dipanggil oleh penyidik Polres Dumai.

“Kita sudah pernah menanyakan kepada penyidik Polres Dumai, apakah terlapor sudah dipanggil. Jawaban penyidik, akan diusahakan secepatnya,” ungkap Hotland.

Dalam surat laporan klien kita menjelaskan, kejadian bermula pada hari Jum’at Tgl 10 Desember 2017 sekira pukul 10:00 Wib, pelapor mendatangi Kantor KSOP yang terletak di Jln.Yos Sudarso, untuk menanyakan masalah dasar pembayaran Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNPB) kepada salah satu Pegawai yang ada dikantor KSOP.

Pegawai KSOP tersebut menjawab, dasar pembayaran PNPB itu berdasarkan Buku Tarif (Kesepakatan), kemudian pelapor meminta di foto copy buku tarif.

Setelah mendapat buku kesepakatan itu, pelapor melakukan pertemuan antara Perusahaan dan APBMI, kemudian terdapat kejanggalan di buku tarif tepatnya pada Pasal 19, bahwa ada Hak Perusahaan (PT.DUMAI BONE BERSAMA) sebesar 29% yang tidak dikembalikan oleh Koperasi TKBM selaku Buruh Bongkar Muat Pelabuhan Pelindo 1 Kota Dumai.

Lalu pihak (PT.DUMAI BONE BERSAMA) telah menyurati Koperasi TKBM sebanyak 3 kali, dan juga telah di adakan musyawarah antara Koperasi TKBM dan PT.DUMAI BONE BERSAMA, namun tidak menemui titik temu.

“Nah dengan adanya persoalan ini, Klien kita diduga mengalami kerugian sebesar Rp.978.628.439,” ungkap Hotland.

Hotland menambahkan, yang kita herankan adalah, klien kita saat ini malah sebagai tersangka oleh Polres Dumai pada Tgl 13 Februari 2019 sesuai dengan surat panggilan sebagai tersangka, setelah dilaporkan oleh pihak Koperasi TKBM pada tgl 29 Oktober 2018, dengan laporan tindak pidana penggelapan.

○Disaat itu pula Yasman SH turut menyampaikan, mengapa laporan klien kita pada Selasa 23 Oktober 2018 hingga kini belum ada pemanggilan terhadap terlapor. Dan mengapa tiba-tiba laporan dari pihak TKBM melaporkan klien kita langsung di proses, dan klien kita ditetapkan sebagai tersangka,” gumam Yasman.

Yasman menegaskan, meminta kepada Polres Dumai untuk profesional dalam penindakan hukum, dan segera memproses laporan klien kita.

“Kita minta kepada Polres Dumai untuk menindaklanjuti laporan klien kita terhadap pihak Koperasi TKBM Dumai, yaaa jika memang laporan tersebut tidak ditindaklanjuti, maka berkemungkinan kita akan membuat laporan ke Polda Riau.” tegas Yasman SH dan Hotland Thomas SH.

 

Press Release: Kantor Advokat HS & PARTNERS LAW OFFICE, Hotland Thomas SH

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here