Lagi lagi bawang ilegal

0
275

Dumai, SuaraTrust.com – Kapal motor tampa nama muatan bawang merah kembali ditangkap dikota Dumai. aktifitas ini dilakukan dengan cara di selundup dari  negara Malaysia masuk ke kota Dumai Indonesia.

Diketahui, penangkapan itu dilakukan oleh petugas dari Satpol Air Polres. Kejadian itu terjadi pada hari senin (26/12/16 ) sekira pukul 07.30 WIB.
Seorang Nakhoda berinisial SU alias Adi ditetapkan sebagai tersangka dalam UU Karantina, hewan ikan dan tumbuh.
Adapun jumlah barang bukti berupa bawang merah ilegal itu diperkirakan berkisar sebanyak 200 kampit, dibawa dengan mengunakan sebuah kapal motor tampa nama.

Kapolres Dumai AKBP Donald Happy Ginting SIK MSi menjelaskan, kapal tersebut di tangkap saat berada di perairan Tanjung Kelurahan Batu Teritip Kecamatan Sungai Sembilan. “Barang bukti, berupa satu unit kapal motor tanpa nama dan 200 Kampit Bawang Merah telah di amankan. “ujar nya. Selasa (27/12) kemarin.

Penangkapan itu berawal pada hari Senin (26/12) saat Speed Boat Patroli IV-1202 Sat Polair Polres Dumai melaksanakan patroli rutin diwilayah Barat Perairan Dumai, tepatnya di depan perairan Tanjung. Disana petugas menemukan dan mencurigai satu unit kapal tanpa nama sedang berlayar dengan tujuan haluan mengarah ke Dumai.

Saat di telusuri dan mendekat di temukan kapal tersebut bermuatan umbi lapis / bawang merah diduga asal Kuala Linggi Malaysia tanpa dilengkapi dengan dokumen sertifikat Kesehatan dari Karantina.

Selanjutnya, kapal beserta muatannya digiring dan diamankan ke dermaga Sat Polair Polres Dumai guna peroses lebih lanjut.

Sebagai tambahan, hal ini semakin menunjukkan bahwa kondisi penyelundupan bawang merah ilegal yang masuk ke Dumai seakan tidak ada henti, para penyelundup berusaha dengan berbagai cara untuk memasukkan umbi lapis yang sebenarnya tidak boleh masuk lewat perairan kota pelabuhan ini.

Untuk daerah dumai yang paling rawan itu masuk bawang ilegal di pelabuhan selinsing kecamatan medang kampai, kemudian sungai masjid, bangsal aceh dan beberapa tempat lainnya.(TNC/ST)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here