Layani Pembeli Jerigen, SPBU Jalan Budi kemuliaan Langgar Aturan

1
1790

Dumai, SuaraTrust.com -Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum(SPBU) yang terletak di ruas jalanBudi Kemulian,Dumai terancam bakal ditutup sementara oleh pihak Pertamina.

Pasalnya SPBU tersebut terindikasi melanggar Peraturan Presiden No 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak dan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No 18 Tahun 2011 tentang Kegiatan Penyaluran Bahan Bakar Minyak.

Dalam aturan tersebut dinyatakan dengan tegas bahwa pihak SPBU tidak dibenarkan menjual bahan bakar jenis premium dan solar secara eceran dengan menggunakan jerigen.

Pantauan SuaraTrust.com di lokasi SPBU ,Sabtu(14/07) SPBU tersebut terlihat masih melayani penjualan premium secara eceran dengan menggunakan jerigen.

Suprianto, salah seorang pengawas pada SPBU tersebut saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui adanya penjualan premium dengan menggunakan jerigen,walaupun dirinya mengakui jika hal tersebut dilarang oleh undang-undang yang mengaturnya.

“Tolonglah pak jangan diberitakan sanksinya kami bisa dipecat oleh majikan,”ujarnya nada ketakutan Senen(17/07) siang.

Pada sisi lain H.Johar(50) salah seorang konsumen membenarkan jika pihak SPBU tersebut masih melayani penjualan melalui jerigen.dirinya mengaku merasa dirugikan oleh pihak SPBU tersebut.

“Disamping harus lama antrian, saya juga merasa jengkel karena pekerja SPBU itu terkesan mengutamakan pembeli yang menggunakan jerigen,” ujarnya kesal.

Audy,Head Communication & Relation Pertamina RU II Dumai saat dikonfirmasi membenarkan jika larangan menjual bahan bakar secara eceran sudah disosialisakin jauh aturan yang mengaturnya diterbitkan.

“Melayani pembeli yang menggunakan jerigen memang dilarang menurut aturan yang berlaku, terkecuali ada sat tertentu dibenarkan melalui rekomendasi pemerintah setempat,” jelasnya,Senen(17/7) melalui sambungan seluler.

Ia katakan pihaknya akan menelusuri jika ada laporan dari masyarakat tentang SPBU yang masih melayani penjualan menggunakan jerigen untuk jenis premium maupun solar.

“Jika ada laporan kami akan turun kelapangan membuktikan kebenaran laporan tersebut, terkait sanksi akan kita pelajari sesuai aturan yang berlaku,”imbuhnya.

Seperti diketahui berdasarkan UU no 21 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi dilarang keras menjual bahan bakar premium secara eceran. Dan dalam pasal 55 UU migas disebutkan bahwa orang yang menjual bensin secara ilegal akan dihukum. Tak tanggung-tanggung, hukuman yang menghantui para penjual bensin eceran bisa berupa denda sebesar Rp 6 miliar dan kurungan selama enam tahun.***

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here