Limbah B3 Bottom Ash dan Bleaching Kawasan Masyarakat Bukit Kapur Katogori Bahaya

0
390

Dumai, SuaraTrust.com – Banyak nya masyarakat Bukit kapur tidak mengetahui bahaya nya sisa pembakaran batu bara (bottom ash) menjadi perioritas untuk menimbun halaman rumah atau jalan, Minggu (24/12).

Menurut keterangan masyarakat bukit kapur yang namanya tidak dipublikasikan tidak mengetahui bahwa timbunan yang digunakan untuk rumah atau perkarangan dan jalan adalah limbah B3 jenis bottom ash sisa pembakaran batu bara dan bleaching.

” timbunan ini kami dapati bantuan dari perusahan yang ada dikota Dumai, namun kami tidak mengetahui bahwa timbunan ini limbah B3  jenis sisa pembakaran batu bara (bottom ash) dan bleaching yang juga termasuk katogori berbahaya ” ungkapnya

Penggunaan batubara dalam jumlah besar, akan menghasilkan abu terbang (fly ash) dan abu dasar (buttom ash), hal ini berpotensi menimbulkan bahaya bagi lingkungan dan masyarakat sekitar, jika abu batu bara terbawa ke perairan saat hujan dan jika abu batu bara tertiup angin akan mengganggu pernafasan.

Abu batubara mengandung silica (SiO2), Alumina (Al2O3), Besi Oksida (Fe2O3), sisanya adalah karbon, magnesium, dan belerang, Berdasarkan kandungan silica pada abu batubara, berpotensi sebagai adsorben.

Untuk mengetahui kemampuan adsorben abu batubara, dilakukan penelitian,  tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari kemampuan abu dasar batubara (bottom ash) sebagai adsorben untuk menyisihkan bahan organik Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah berat abu batu bara dengan kisaran 500 sampai dengan 800 (mg), waktu agitasi pada kisaran 1 – 4 jam dan ukuran mesh pada kisaran 8 – 60 mesh.

Sedangkan ketetapan yang digunakan adalah kecepatan putaran paddle pada jar tes 100 Rpm, hasil terbaik yang diperoleh dari penelitian ini yaitu pada ukuran 60 mesh berat adsorben 800 mg dan waktu pengadukan 4 jam menghasilkan penyisihan COD sebesar 90.6 % dengan penurunan kadar awal COD 469,2 mg/l menjadi 43.9 mg/l, nilai ini sudah memenuhi syarat kimia.

Satrio wibowo, kadis DLH mengatakan limbah B3 tidak boleh sembarangan letak, apalagi untuk jalan atau perkarangan rumah dan jasa pengangkutnya harus benar benar yang memiliki izin tertentu dari kementeriaan lingkungan, kita juga berharap peran masyarakat untuk kontrol tentang limbah B3.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here