Mayoritas Masyarakat Sei-Sepit Kel.Batu Teritip Merupakan Petani

0
574

SuaraTrust.com – Kampung Sei-Sepit Kel.Batu Teritip Kec.Sei-Sembilan Kota Dumai, memiliki 3 Pengurus RT, yang mana kampung ini sangat jauh dari perkotaan Dumai di huni penduduk mencapai ribuan jiwa.

Dan wilayah ini memiliki lahan yang sangat luas untuk di jadikan sektor pertanian, warga ke 3 RT ini mayoritas sebagai petani selain menanam padi warga ini menanam keladi untuk sumber kehidupan mereka.

aqua-speed-hd-ii_20170324_163001

Salah satunya Adam R, warga asli dari Aceh Tamiang, saat ini berdomisili di Sei-Sepit RT.09 dan sudah di anggap warga setempat selaku tokoh masyarakat saat bincang-bincang kepada awak media Jum’at malam 24/03/2017 di kediaman rumahnya seusai makan malam besama, mengatakan.

” Saya menanam keladi lebih kurang seluas 10 hektar di lahan kosong milik Negara, saat ini sebahagian sudah di panen. Di kampung ini kondisi tanahnya sangat bagus untuk di tanami tanaman seperti keladi” Ucap Adam R.

Lanjutnya” Mata pencaharian saya saat ini ya dari keladi ini pak, untuk menghidupi keluarga, sebab hasil keladi ini cukup menjanjikan. Untuk mencapai panen keladi butuh waktu 8 bulan lamanya, jika hasil panennya bagus untuk satu hektar bisa menghasilkan 10 hingga 15 Ton buah keladi, nah keladi ini bisa di buat makanan apa saja seperti keripik,di rebus, di goreng, di kolak, bolu, pokoknya di apakan aja enaklah pak” Jelas Adam lagi.

Namun dari keterangan Adam R, bahwa saat ini masyarakat petani keladi masih memiliki keluhan yaitu butuh bantuan Pemko Dumai mengenai pembuatan parit di lahan-lahan tersebut dengan menggunakan alat berat, sebab jika musim hujan tiba berhari-hari tanaman mereka bisa tenggelam sehingga gagal panen akibat terendam air karena airnya tak mengalir.

Selain itu Adam R juga mengeluhkan harga keladi di kampung Sei-Sepit ini tak dapat dijual mahal akibat infrastruktur jalan yang tak menembus jalur darat menuju Kota Dumai, harus melalui jalur laut sehingga harga keladi sangat murah hanya Rp.2.300/ Kg yang dapat dijual mereka ke agen, sebab sang agen juga banyak mengeluarkan kos untuk biaya bongkar muat keladi tersebut.

Ditambah lagi apa bila musim hujan kondisi jalan dikampung ini sama sekali tak dapat di lalui akibat licin dan lengket karena kondisi tanah liat, untuk melansir buah keladi dari tempat tumpukan keladi di pinggir jalan umum ke tepi sungai untuk di muat ke pompong.

Dihadapan Umar RT.09 dan Erariau umar memiliki 4 harapan kepada Pemko Dumai, yang pertama agar Pemko Dumai dapat membantu penggalian parit di lahan petani yang menanam keladi, yang kedua Pemko Dumai dapat membangun jalan akses utama mereka dengan cara Base agar musim hujan jalan masih bisa di lalui, yang ketiga Pemko Dumai membangun jalan untuk menembus dari Sei-Sepit ke Tianjong agar mereka mudah untuk berurusan ke kantor Lurah dan ke Kota Dumai, dan yang terakhir Adam R berharap agar Pemko Dumai dapat mencarikan pembuangan keladi mereka dengan harga yang lebih tinggi agar para petani dapat sejahtera.

Cerita Adam R di sambut Umar RT.09
” Semoga harapan-harapan warga saya ini dapat di dengar dan direalisasikan oleh Pemko Dumai, saat ini saja keladi dari kampung ini dapat memenuhi kebutuhan Masyarakat Sekota Dumai jika tak ada kendala, karena walau bagaimanapun 1000 lebih jiwa di kampung juga merupaka bagian Kota Dumai” Singkat Umar sembari

 

(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here