Oknum Anggota DPRD Caci Maki Anggota PWI Kampar, Hendra Yani Sebut Wartawan Anjing

0
382

Bengkinang, SuaraTrust.com –  Sebagai pejabat seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, apalagi seorang anggoa DPRD yang dipilih oleh masyarakat untuk menjadi wakilnya di gedung parlemen sana, dia dipilih bukan untuk mencaci maki atau melontarkan kata – kata kotor kepada masyarakat

Namun hal ini terjadi malah sebaliknya, tak terima diberitakan oleh wartawan Hendra Yani malah mencaci maki serta menyebut wartawan itu anjing.

Kata – kata yang tidak patas diucapkan itu dilontarkan oleh anggota DPRD Kampar dari komisi II kepada Defrizal yang merupakan anggota PWI Kampar, dari media online BerkasRiau.com.

Lelaki yang mengantongi kartu tanda anggota PWI Riau dengan nomor 03.00.KRDRL.316.17 dengan masa berlaku 15.03.2019 ditanda tangani oleh H. Deni Kurnia menceritakan, persoalan ini muncul setelah dirinya menulis berita tentang dugaan oknum anggota dewan Kampar bermain proyek. Setelah beberapa jam berita itu terbit, Hendra Yani menelpon dan lansung marah – marah menyebut dirinya Anjing dan Kambing.

“Dia menyebut saya Anjing, Kambing, dan banyak kata – kata kotor yang tidak sepantasnya diucapkan oleh seorang pejabat, namun itu dilontarkan kepada saya,” ungkap Defrizal di Bangkinang, Kamis (10/8/2017).

Defrizal yang juga merupakan ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Gerindra di Kecamatan XIII Koto Kampar itu juga mengakui, kalau berita yang diterbitkannya pada Rabu (9/8/2017) itu sudah mendapat konfirmasi dari dua belapihak tersebut. Bahkan ia juga sudah menyarankan kepada Hendra Yani untuk mengajukan hak jawab.

“Kalau konplen saya sudah menyuruh dia untuk mengajukan hak jawab, berdasarkan kode etik jurnalistik, kaedah pemberitaan saya sudah lengkap, dan sudah ada komentar dari kedua belah pihak,” tegasnya.

Lantas kata –  kata kotor yang dilontarkan Hendra Yani, Defrizal merasa tidak nyaman dan akan melaporkan ke pihak yang berwajib.

“Kita lihat nanti, yang jelas saya merasah dihina dan tidak punya harga diri dibilang binatang, kalau dia mau melapor silakan saja laporkan ke dewan pers sana, jangan main lansung ke polisi saja. Hargai demokrasi dong,” ulas alumni Sekola Tinggi Ilmu Hukum Padang itu.

Ini bunyi rekaman suara Hendrayani.

“Masalah berita waangko, kan la den sobuik kek waang potang jan gara – gara wikem ndak terpenuhi sebagai tim waang sobuik den main proye. Anjiong waang ko, woi lai tau waang di Bangkinang tu kawan deyen sodo tu lai tau waang, tengok la bisuok, (Masalah berita kamu, kemaren sudah saya bilang jangan gara gara wikem kamu tidak terpenuhi kamu bilang saya main proyek. Anjing kamu, kamu tau gak semua orang di Bangkinang itu teman saya, kamu lihat saja nanti-red),” tiru Hendra Yani melalui rekaman suaranya.

Sekedar diketahui pada pemberitaan sebelumnya. Beredar isu yang sangat mengejutkan, ada salah seorang anggota DPRD Kampar bernama Hendrayani diduga menguasai proyek – proyek yang ada di Kampar.

Menurut salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya ketika berbincang dengan awak media di Bangkinang, Rabu (9/8/2017), mengaku kecewa setelah mendapatkan informasih tersebut.

Dirinya menjelaskan, informasi yang didapat berasal dari kekecewaan kontraktor yang tidak mendapatkan proyek. Ironinya, bagi kontraktor yang mendapat proyek di APBD Kampar ini harus menyetor kepada Hendrayani 10 persen.

“Ini sangat kita sayangkan, selaku anggota dewan apakah boleh bermain proyek, dan yang lebihnya lagi adek kandung Hendra Yani yang menjabat sebagai kepala desa saat ini juga menguasai dua proyek besar, seperti pembangunan jembatan di Sungai Tanduk Kecamatan Rumbio Jaya dan semenisasi di desa Rumbio,” katanya.

Sementara itu, lelaki yang berbadan kecil itu juga menyayangkan duabproyek yang dikerjakan oleh adek Hendra Yani tidak menggunakan plang nama.

“Kami lewat disitu dan melihat proyek ini tidak memasang plang nama, lalu kami tanya kepada pekerja, katanya memang tidak ada dipasang,” tukasnya.

Namun hal itupun lansung dimentahkan oleh anggota DPRD Kampar, Hendra yani ketika menghubungi wartawan mengaku itu semua hanya isu – isu untuk memcah.

“Itu tidak ada adinda, isu itu politik, kalau ada pasti lah Kampar ini hebih,” bantahannya.

Ketika ditanya persoalan adeknya yang menjabat sebagai kepala desa menjakankan dua proyek ia juga mengelak, katanya tidak di perbolehkan kepala desa untuk bermain proyek.

“Tidak mungkin dia bermain proyek, coba la tengok plangnya, kalau kades sifatnya mengawasi,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here