Panas Di Awal Dingin Di Ujung

0
536

DUMAI, SuaraTrust.com – Entah ada apa dan mengapa yang saat ini menjadi pertanyaan bagi masyarakat Dumai pasal nya sejumlah Anggota DPRD Dumai secara mendadak lakukan pertemuan
tertutup dengan Pihak Perusahaan Gas Negara (PGN) di lantai dua tepat berada di ruangan depan lift hotel Grand Zuri. selanjutnya secara tiba-tiba dialihkan ke Ruang Mulia masih dilantai dua  hotel yang sama. Rabu (22/2) malam.

Pertemuan yang berlangsung tertutup itu digelar pasca para legislator melakukan rapat dengar pendapat terkait pemasangan pipa saluran gas bumi PGN di Dumai. Bahkan para anggota dewan yang terhormat itu sudah melakukan peninjauan lokasi pemasangan pipa gas bumi PGN di Jalan Klakap Tujuh.

Pantauan Trajunews.com pada Rabu malam satu persatu legislator di DPRD Dumai secara bergantian mendatangi ruang di lantai 2 hotel berbintang di Jalan Sudirman itu. Sementara itu juga Tampak sejumlah mobil dinas berpelat merah para legislator nangkring manis terparkir di hotel.

Pertemuan tertutup ini tampak dihadiri oleh sejumlah legislator. Di antaranya Gusri Effendi selaku Ketua DPRD Dumai dari PDI Perjuangan, Hasrizal selaku Ketua Komisi III DPRD Dumai dari PAN, Syahrial Amini selaku Ketua Komisi I DPRD Dumai dari Partai Gerindra, Saiful Azhar Anggota Komisi I DPRD Dumai dari PBB, Hasan Anggota Komisi II DPRD Dumai dari PPN, Samuel Turnip Anggota Komisi I DPRD Dumai dari PDI Perjuangan dan Syarifah Anggota Komisi III DPRD Dumai dari Partai Golkar,Serta perwakilan PGN.

Ditemui usai pertemuan,Ketua Komisi III DPRD Dumai, Hasrizal mengatakan bahwa pertemuan itu guna melihat secara langsung dokumen terkait pembangunan pipa penyaluran gas bumi PGN. Namun ia enggan berkomentar banyak perihal pertemuan yang berlangsung selama sekitar dua jam.

Setelah pertemuan itu, Politisi PAN menyebut bahwa PGN sudah mengantongi izin pembangunan pipa penyaluran gas bumi ini. “Mereka sudah kantongi izin dari kementrian dan izin dari Provinsi Riau,”ujarnya sembari berlalu.

Sementara, Ketua DPRD Dumai, Gusri Effendi membenarkan sejumlah anggota DPRD Dumai bertemu dengan pihak PGN. Gusri menilai tidak ada masalah tentang pertemuan itu, apalagi ia menilai pertamuan itu tidak tertutup. Bahkan ia menyebut pertemuan tersebut biasa dilakukan, guna berbincang langsung dengan perwakilan manajemen PGN.

Ia juga menampik ada perbincangan khusus dalam pertemuan yang berlangsung selama dua jam. Apalagi sebelumnya sempat digelar rapat dengar pendapat di DPRD Kota Dumai. Lantas dilanjutkan dengan tinjauan lapangan ke lokasi pemasangan Pipa Gas Bumi PGN.

Bahkan sejumlah anggota DPRD Dumai meminta agar pemasangan pipa dihentikan sementara, sembari menanti izin prinsip diterbitkan Pemerintah Kota Dumai. “Tidak masalah kok pertemuan di hotel,”terangnya.

Politisi PDI Perjuangan menyebut bahwa pertemuan ini adalah bentuk respons cepat. Setelah menerima laporan dari Komisi III DPRD Dumai, atas hasil rapat dengan pendapat dan tinjauan lapangan. Maka pada malam harinya langsung digelar pertemuan di hotel tersebut.

Pada malam itu, Gusri menyebut bahwa pihak PGN langsung mempresentasikan proses pemasangan pipa. Mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan pemasangan rangkaian gas bumi Duri-Dumai ini.
“Pihak PGN juga sudah melakukan sosialisasi di sejumlah kecamatan, terutama yang dilintasi pipa gas bumi PGN di Dumai,” paparnya.
Rapat dengar pendapat dilakukan setelah DPRD Dumai menerima laporan tentang pemasangan pipa tersebut di beberapa titik. Seperti di Jalan Cut Nyak Dien dan Jalan Klakap Tujuh. Maka para legislator melakukan fungsi pengawasan dengan melihat dokumen perizinan pemasangan pipa gas itu.
Apalagi pemasangan pipa tersebut tetap harus mengantongi izin prinsip dari Pemerintah Kota Dumai. Serta mempertimbangkan dampak pemasangan pipa terhadap lingkungan di sekitarnya. “Jadi kami cuma menjalankan fungsi pengawasan saja,” terang Gusri.

Kemudian ia menegaskan DPRD Dumai mendukung program pembangunan yang dilakukan PGN. Apalagi pemasangan rangkaian pipa gas Duri-Dumai ini adalah proyek nasional. Sehingga pihaknya tidak akan menghambat proses pemasangannya.

Tapi dengan catatan ada izin yang harus dipenuhi selama proyek pemasangan pipa gas bumi itu di Kota Dumai.  Terutama izin prinsip yang masih menanti untuk ditandatangani Walikota Dumai. Maka legislatif mendorong untuk segera mengurus segera izin prinsipnya.

Yang aneh nya pertemuan itu dilakukan diluar jam kerja Dinas para anggota DPRD jika alasannya adalah untuk berkoordinasi terkait soal perizinan PT. PGN, ditambah lagi disiang hari nya para anggota dewan tersebut telah memberhentikan pekerjaan pemasangan pipa itu. Dan malam harinya lansung ada pertemuan tertutup.
Entah kenapa pula awalnya para anggota dewan ini bersekukuh untuk memberhentikan pekerjaan tersebut hingga tanggal satu bulan depan katanya. Tapi fakta dilapangan, usai pertemuan malam yang tertutup tersebut proyek pemasangan pipa tersebut ternyata sudah berjalan kembali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here