PARAH !!!

0
3399
Fhoto ilustrasi internet
Dumai, SuaraTrust.com – Kota Dumai  adalah sebuah kota‎ di Provinsi ‎Riau ‎Indonesia, sekitar 188 km dari kota Pekanbaru‎. Sebelumnya, kota Dumai merupakan kota terluas nomor dua Di Indonesia setelah Manokwari. Namun semenjak Manokwari pecah dan terbentuk kabupaten Wasior, maka Dumai pun menjadi yang terluas. Tercatat dalam sejarah, Dumai adalah sebuah dusun kecil di pesisir timur Provinsi Riau yang kini mulai menggeliat menjadi mutiara di pantai timur Sumatera.
Kota Dumai mempunyai keragaman suku dan budaya, selain memiliki budaya asli yaitu budaya Melayu, pengaruh budaya dari provinsi tetangga juga sangat terasa, seperti budaya Minangkabau (Sumatera Barat) karena dikota Dumai sendiri suku Minangkabau sangat dominan. Keragaman yang ada merupakan aset yang bisa menghasilkan devisa. Kebudayaan Melayu dianggap sebagai “Roh Pembangunan Kota Dumai” dengan cara menjabarkan nilai-nilai budayanya sebagai inspirasi dan dasar pembangunan. Pelaksanaan pembangunan dibidang kebudayaan telah meningkatkan daya tarik,promosi daerah tentang seni budaya daerah.
Disamping itu kota Dumai juga saat ini sedang berupaya membangun perkembangan daerah dari sektor Kepariwisataan. Namun sangat menjadi perhatian yang miris, hingga kini kota Dumai masih tergolong jalan ditempat untuk sektor Kepariwisataan. Anehnya kota Dumai disamping sebagai daerah berkembang pesatnya industri dalam pengolahan minyak, kini kota yang merupakan transit dari jalur perdagangan bebas ini mulai menampakkan diri terhadap perkembangan sektor hiburan malam yang tumbuh bagaikan spora Jamur hampir di seluruh wilayah perkotaan Dumai.
Perkembangan dari tempat lokasi transaksi glamor nya hiburan malam ini bagi seluruh pengunjung,menimbulkan sebuah kekhawatiran bagi masyarakat kota Dumai. Pasalnya para pengusaha hiburan malam ini tidak lagi sudah banyak dan hampir rata-rata mengangkangi peraturan pemerintah kota yang telah menjadi ketetapan. Mulai dari tata cara mendirikan terdapat usaha hiburan malam yang pada waktu lalu sudah di batasi oleh instansi pemerintah melalui dinas BPTPM, itu seperti tidak berarti karna sejumlah hiburan malam tetap saja tumbuh tak terbendung. 
Sementara itu beberapa peristiwa kejahatan mulai dari transaksi narkoba,prostitusi,minuman berakhol,serta tidak kriminalitas,itu semua beredar bebas di lokasi-lokasi hiburan malam. Bahkan yang sangat memprihatinkan hingga kini pengusaha ‎hiburan malam masih ada menjalankan usahanya,dengan surat izin kadarluarsa,palsu bahkan tanpa mengantongi sepecuk surat izin, dan sudah sering Di razia namun hasilnya mereka tetap bisa beroperasi seperti biasa guna meraup keuntungan pribadi diatas kelemahan kontrol pemerintah terhadap aturan-aturan yang telah ditetapkan.

Aneh beberapa waktu yang pemerintah bersama instansi terkait,BPTPM, seperti Satpol PP,Camat,dan Lurah sekota Dumai dalam rapat yang dipimpin lansung oleh Sekda kota Dumai Said Mustafa,telah menyepakati untuk melakukan gerakan razia serta menertibkan segala bentuk aspek aturan bagi hiburan malam. Namun hasilnya hingga kini tim tersebut tidak juga ada pergerakan. Sehingga membuat para pengusaha dengan leluasa tetap merasa bebas dan lepas dari aturan-aturan yang berlaku.

Terkait hal ini sebuah DPD-KNPI sebuah Komite kepemudaan yang bertaraf Nasional mewadahi 52 ‎yang tergabung LSM,OKP yang berada dikota Dumai mulai angkat bicara agar perintah lebih bisa tegas untuk menuntaskan persoalan aturan-aturan yang berkaitan dengan hiburan malam,agar para pengusaha tidak seenak perutnya saja meraup keuntungan di kota Dumai yang kita cintai ini.
Guspian atau akrab disapa Agus Tera selaku Ketua harian KNPI.”Kami minta pemerintah dan pihak yang terkait dalam hal sesegera mungkin dapat menertipkan Dunia hiburan malam yang tumbuh bagaikan jamur didumai ini. Jika tidak punya izin tutup jangan ada lagi dispensasi,yang izin nya mati segera urus kembali, yang palsu tutup dan beri sangsi tegas, bahkan yang mengangkangi peraturan jam operasional juga harus diberi sangsi tegas, kami sudah bosan dan muak dengan persoalan ini, jika tidak segera ada tindakan pemerintah kami akan turun dan jangan salahkan jika ada peristiwa yang membuat pemerintah Di nomor dua kan dalam tugas dan fungsionalnya.”
 
Ditambahkan lagi oleh agus tera, sudah banyak contohnya yang buat kami malu,terhadap kinerja pemerintah dan instansi penegak hukum di Dumai ini, beberapa kali turun razia namun tidak ada hasilnya, ada apa? Apa pemerintah dan penegak aturan di negeri Dumai ini takut kepada mereka yang membekup tempat usaha-usaha sesat itu. Kalu takut kami KNPI siap menjadi garda terdepan untuk menuntaskan persoalan ini.”ujar agus sembari menghempas meja dengan wajah kesalnya.
 
Sedangkan itu Persatuan Mubaliq Dumai(PMD), pada judul khotbah ‎juma’at beberapa waktu yang lalu juga telah sepakat bagi seluruh khatib disetiap mesjid kota Dumai dengan judul,”Maksiat Berkedok Hiburan” dalam isi khotbah yang telah disepakati PMD itu semuanya mengarah pada perkembangan dan pengaruh negatif dari hiburan malam yang semakin hari semakin berserakan.
 
Ini merupakan tugas bersama guna menjaga marwah Dumai di jagat seantero Indonesia agar kedepan Dumai terhindar dari julukan kota maksiat.(red/TNC/ST)‎

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here