PDDA Silaturrahmi Dengan Humas PLN

0
278

Banda Aceh, SuaraTrust.com – Pemuda Dewan Dakwah Aceh (PDDA) mengadakan silaturrahmi dan diskusi dengan Deputi Manager Hukum dan Humas PLN Wilayah Aceh, T. Bahrul Halid senin (22 Mei 2017) di Solong Kupi, Ulhee Kareng, Banda Aceh.
Dalam diskusi terkait kondisi PLN Aceh terkini difasilitasi oleh Ketua Humas & Infokom, Pemuda Dewan Dakwah Aceh, Riri Isthafa Najmi. Sungguh menarik dan seluruh peserta diskusi antusias mendengarkan beberapa informasi yang disampaikan T. Bahrul Halid dan siyogyanya informasi ini wajib diketahui oleh seluruh masyarakat Aceh terkait informasi dan kondisi PLN Aceh terkini.
Bahrul mengatakan bahwa PLN Wilayah Aceh membawahi 6 area seperti Banda Aceh, Sigli, Lhokseumawe, Langsa, Subulussalam & Meulaboh. Sedangkan beban puncak kita 368 mw, sementara produksi kita 410 mw. Ada surflus sebesar 402 Mw dan pembangkit terbesar kita ada di PLTU Nagan satu 90 mw dan PLTU Nagan dua 90 mw.
Terkait gangguan PLN Aceh terkini Bahrul menambahkan “Kondisi kita sangat sensitif kalau ada ganguan. Misalnya petir yg sering terjadi bisa trep atau mati. Itu juga bisa merusak material mesin yang sedang produksi. Kemudian PLTMG arun 250 mw, ditambah lagi dengan pembangkit yang kecil sepeti pembangkit KKA, PLTD Lueng Bata, PLTD Seunebok dan PLTD Cot Trueng.”
Ditanya terkait masalah seringkali terjadinya pemadaman listrik total dan bergilir di Aceh, Bahrul menjawab “Masalah kita adalah kalau pembangkit yang besar salah satunya rusak, kita akan cari arus ke Medan. Tapi kerapkali kalau Medan terjadi devisit otomatis, Medan tidak akan mentrasfer arusnya ke Aceh. Ini yang menjadi masalah bagi kita di Aceh kenapa terjadi mati lampu sepanjang malam atau hari. Karena Medan pun sering terjadi devisit arus.” Pungkas Bahrul.
“Alhamdulillah, sekarang kita lagi kerjakan pembangkit baru seperti PLTMG Arun 250 Mw dan PLTMG Krueng Raya 50 Mw pada tahun 2018. Sedangkan program selanjutnya akan diproduksi PLTU Nagan Raya 3 dan PLTU Nagan Raya 4 yang baru bisa produksi 2020 bersamaan dengan PLTA Peusangan 84 mw tahun 2020 baru bisa pruduksi.” Ujar Humas PLN Aceh alumni Fakultas Hukum Unsyiah tersebut.

(Najmi Aceh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here