Persoalan Ketenagakerjaan Masih Jadi PR Besar Pemerintah

0
213

JAKARTA, SuaraTrust.comĀ – Pemerintah dituntut untuk menyeriusi sejumlah persoalan di bidang ketenagakerjaan.

Menurut anggota Komisi XI Heri Gunawan, hal itu perlu dilakukan menyusul situasi perekonomian global yang masih belum stabil.

“Problem ketenagakerjaan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus kita seriusi,” kata Heri melalui keterangan tertulis, Senin (2/1/2017).

Misalnya, berkaitan dengan mendorong peningkatan kualitas ketenagakerjaan. Saat ini, secara persentase, penduduk Indonesia yang bekerja sebagian besar masih didominasi pendidikan rendah, yaitu 60,24 persen.

Hanya 27,52 persen dan 12,24 persen yang berpendidikan menengah dan tinggi. Sementara itu, lebih dari 50 persen penduduk masih bekerja di sektor informal.

“Ironisnya, sektor tersebut juga sudah mulai dimasuki oleh Tenaga Kerja Asing asal China yang juga ilegal,” ucap Politisi Partai Gerindra itu.

Selain itu, tingkat penyerapan tenaga kerja di sektor industri menurun dari 15,97 juta pada Februari 2016 menjadi 15,54 juta pada Agustus 2016.

Sebanyak 23,26 juta penduduk juga teridentifikasi masuk kategori setengah pengangguran. Sedangkan 8,97 juta bekerja paruh waktu.

Heri menekankan, masalah pengangguran ke depannya harus ditangani lebih serius oleh pemerintah. Dari indikator yang ada, kesejahteraan belum menunjukkan pencapaian yang memuaskan.

“Persentase Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) masih cukup tinggi, mencapai 5,61 persen,” ujarnya. Adapun jumlah angkatan kerja hingga Agustus 2016 berjumlah 125,44 juta orang dengan persentase yang menganggur 7,03 persen.

“Perlu dicermati, sepanjang tahun 2016 TPT malah membengkak naik. Pada bulan Februari TPT berada pada level 5,50 persen naik menjadi 5,61 persen, di mana perkotaan terus menjadi sarang pengangguran terbanyak dari pada perdesaan,” kata Heri.

(Kmp/ST)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here