POLDA SUMUT Menyanggah Adanya Oknum Polisi Pukuli Imam Sholat Tarawih pada Tahun 2017

0
920

Sumut, SuaraTrust.com – Kapolda Sumatera Utara Irjen Rico Amelza Daniel, melalui Kabid Humasnya Kombes Pol.Dra Rina Sari Ginting, menyanggah berita adanya pemukulan terhadap imam shalat tarawih yang dilakukan anggota Polres Padang Sidempuan, yang terjadi pada tanggal 28 Mei 2017 yang lalu.

Informasi yang beredar ini sebenarnya terjadi pada bulan Juli 2013, namun dari akun oknum yang memberitakan bohong alias HOAX tersebut mengutip pemberitaan yang sudah lama terjadi bulan Juli 2013, diperbarui oleh pelaku penebar berita bohong tersebut menjadi tgl 28 mei 2017.

Atas insiden ini Kapolda Sumut melalui Kabid Humasnya, menghimbau kepada masyarakat untuk tidak memberikan informasi melalui medsos dengan tidak mengecek kebenarannya, hal tersebut disampaikan oleh Kabid Humas, guna untuk mengantisipasi apabila informasi yang diberikan tersebut mengandung HOAX seperti kebohongan, ujaran kebencian maupun yang bersifat SARA.

Polda Sumut juga memberikan pernyataan terkait Akun Facebook Emma Rahmah Hasjim yang memposting terkait pemukulan Imam Shalat Tarawih M Nabis Batubara (65), oleh oknum polisi Polres Padang Sidempuan yang disebutkan oleh akun facebook tersebut terjadi pada hari Sabtu tanggal 28 Mei 2017 malam.
“Waktu kejadian berita tersebut bohong, sebagai upaya orang untuk memprovokasi khususnya saat bulan Ramadhan seperti ini, penulisan tanggalnya salah dan sengaja dirubah,nama Kapolres juga salah karena Kapolres sekarang dijabat oleh AKBP Andy Nurwandy” tegas Kabid Humas Kombes Pol.Dra Rina Ginting kepada media Tribratanews.sumut.polri.go.id.

Menurut Kabid Humas Sumut ini, bahwa kejadian tersebut terjadi pada tahun 2013 dan direpost/posting kembali oleh oknum pemilik akun tersebut, sebab kasus tersebut sudah lama ditangani di Polda Sumut pada tahun 2013 dan oknum yang bersangkutan telah lama ditahan dan dijatuhi sangsi pidana.

” Atas prilaku oknum penebar berita bohong tersebut Polda Sumut telah mengerahkan Subdit Cyber Crime Polda Sumut untuk menelusuri dan melacak keberadaan pemilik akun hoax tersebut, khususnya yang pertama kali memposting berita tersebut” tegas Kabid Humas ini lagi kepada media Tribratanews.sumut.polri.go.id.

Lanjutnya” Dihimbau kepada  masyarakat untuk selalu melakukan pengecekan akan kebenaran informasi yang sifatnya memprovokasi dan dapat dilaporkan kepada Kepolisian,” tandas Kombes Rina.
Klarifikasi ini di kutip dari media tribratanews.sumut.polri.go.id

Fotho diambil dari google

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here