Politikus PPP Sebut Tak Ada Alasan Polri Larang Aksi “112”

0
246

JAKARTA SuaraTrust.com – Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan melarang rencana aksi unjuk rasa pada 11 Februari 2017 atau aksi. Namun, menurut politikus PPP Achmad Baidowi, tak ada alasan pihak kepolisian melarang aksi tersebut. Pasalnya, pada hari itu belum masuk masa tenang Pilkada DKI.

“Sebenarnya itu merupakan kewenangan polisi tapi kalau dikaitkan dengan masa tenang sepertinya kurang tepat, karena ternyata tanggal 11 Februari itu masih masa kampanye, yang artinya izin keramaian ada. Bahkan, calon pun masih berkampanye,” ucap Baidowi di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarat, Rabu (8/2/2017).

Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 7 tahun 2016 dinyatakan bahwa jadwal masa tenang adalah 12-14 Februari 2017. Untuk itu, kata Baidowi, pada masa-masa itu memang dilarang melakukan kampanye.

“Seperti pada pengalaman sebelumnya, jangankan untuk demo pertandingan sepakbola pun dipindahkan atau bahkan dihentikan sementara waktu ketika memasuki masa tenang. Tetapi, jika demo masih dilakukan pada tanggal 11 Februari 2017 itu belum masuk masa tenang, sehingga tidak ada halangan,” ucapnya.

mpg-14-21-22_1

Anggota Komisi II DPR ini meminta pihak kepolisian untuk menjelaskan lebih tegas terkait larangan massa aksi ‘112’.

“Polisi harus lebih memberikan penjelasan yang rasional jika itu dilarang,” tandasnya.

Sebelumnya, tersebar adanya rencana aksi 112 atau 11 Februari yang digagas FUI. Sejumlah tokoh Islam akan hadir antara lain Habib Rizieq dan Bachtiar Nasir.

Selebaran juga sudah beredar di media sosial isinya ‘Jalan Pagi Sehat Al Maidah 51’, yang acaranya¬†long march¬†dari Monas ke HI. (TRP/ST)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here