Premi Kecil, Layanan BPJS Tak Bahagiakan Para Dokter

0
237

Nusantara, SuaraTrust.com – Rumah Sakit (RS) di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) wajib menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan.

RS yang kontrak dengan BPJS juga berpotensi merugi karena paket tarif INA-CBG yang relatif rendah. Kondisi ini akan berdampak pada motivasi dokter, perawat, dan seluruh personel RS.

“Dari segi kebijakan,  peraturan BPJS tak rasional. Kita berpikir besar, semua serba besar tetapi preminya kecil. Mau tak mau, semua ditekan,” kata Guru Besar Tetap Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Jaslis Ilyas, Rabu (28/12).

Jaslis menilai hal ini tidak membuat para dokter semangat. Apalagi jika berbicara rumah sakit swasta yang harus membiayai berbagai pengeluaran dari kocek sendiri.

“Yang terjadi, tarif kecil tak bahagiakan teman-teman dokter dan provider. Berdampak pada kualitas, mutu pelayanan turun. Sementara BPJS terus defisit,” jelas Jaslis.

Untuk mengatasi hal ini, kata dia, masyarakat mampu tak usah untuk mendapatkan layanan pertama di PPK 1. “Jika butuh rawat inap baru deh, butuh perawatan biasa enggak masalah lah. Sebab defisit kan perlu dikurangi, toh masyarakat mampu enggak akan miskin kalau bayar PPK 1,” katanya(Jp/St)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here