Redam Konflik Rohingya, Dewan Dakwah Kabupaten Bengkalis Bakal Surati dan Temui Pemukaz Agama Buddha di Bengkalis.

0
583

Bengkalis, SuaraTrust.com – Ketua Dewan Dakwah Kabupaten Bengkalis Muhammad Subli menyatakan lembaganya mengecam keras konflik di Myanmar yang menjadikan etnis Muslim di Negara Bagian Rakhine sebagai korban.

“DDII mengecam keras setiap tindakan kekerasan yang terjadi, kekerasan tidak akan pernah jadi solusi, segera hentikan tindakan melawan kemanusiaan di Myanmar,” kata alumni UIN Jakarta ini dalam keterangan tertulis, Kamis (31/8/2017)

Oleh karena itu, ia menyatakan pengurus Dewan Dakwah sebagai perpanjangan Pemerintah Kabupaten Bengkalis akan menemui sejumlah pemuka agama Buddha di Bengkalis dan Duri untuk duduk bersama dan memahami fakta sesungguhhnya dan menggalang solidaritas bagi warga Rohingya. Hal itu akan dilakukan Ketua Dewan Dakwah M.Subli dengan terlebih dahulu menyurati paguyuban atau perkumpulan budhha di bengkalis dalam waktu dekat.

“Dalam waktu dekat akan keliling menemui pemuka Buddha untuk memahami fakta sesungguhnya, sekaligus menggalang solidaritas untuk warga Rohingya dan menyampaikan aspirasi para dai atas masalah ini,” ujarnya.

Selain itu, M.Subli juga menambahkan aksi ini juga dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia Propinsi Riau dengan cara mengajak Kepada seluruh Ummat Islam untuk hadir dalam acara Tabligh Akbar Solidaritas Untuk Rohingnya bersama Ust DR. KH. Mustafa Umar, MA dan Para Ulama serta Tokoh Lainnya, yang insya Allah di adakan : Ahad/12 Zulhijjah 1438 H/Di awali Subuh berjama’ah/ Di Masjid Raya An-Nur Provinsi Riau. Kerjasama MUI Riau dgn BKMR An-Nur Riau, Ormas Islam dan Lembaga lainnya.

M.Subli melanjutkan ingin menyurati dan mendatangi kantor persatuan atau perkumpulan Budhha di kabupaten Bengkalis, langkah ini dilakukan untuk menkonfirmasi kebenaran atau kekeliriuan berita terhadap ajaran agama Budha dengan cara berdialog dan musyawarah.

“Selain menemui pemuka Buddha, Dewan Dakwah Kabupaten Bengkalis bersama tokoh lintas agama seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk mendorong tindakan tegas guna mewujudkan keadilan dan pedamaian bagi Rohingya,” jelasnya.

Sebagaimana kita ketahui Kekerasan mematikan semakin memburuk di negara bagian Rakhine, Myanmar, dalam tiga hari terakhir hingga Ahad (27/8/2017), dengan hampir 3.000 orang tewas.

Korban tewas meningkat karena bentrokan bersenjata antara tentara dan militan Rohingya berlanjut untuk hari ketiga, Minggu kemarin, seperti diberitakan kantor berita Perancis, AFP dan media Inggris, The Guardian.

Pemerintah telah mengevakuasi setidaknya 4.000 warga desa non-Muslim di tengah bentrokan yang berlangsung di Rakhine barat laut. Ribuan Muslim Rohingya melarikan diri ke Banglades.

Bahkan Perempuan dan anak-anak Rohingya mengantre untuk mendapatkan air di kamp-kamp pengungsi . Ribuan warga Rohingya mengungsi dari Rakhine, Myanmar, diduga akibat kekerasan aparat keamanan setempat.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here