Salut, Saleh Kasus Hidung Mancung Divonis Bebas

0
804

Dumai, SuaraTrust.com – Pengadilan Negeri Dumai memvonis bebas tiga orang terdakwa perkara penyelundupan manusia. Ketiga terdakwa yang sudah dikenal ini sebelumnya diduga kuat sebagai pelaku penyelundupan manusia antar negara, mereka bernama Said Saleh (49) dan dua lagi yakni Warga Negara (WN) Bangladesh bernama Jowel (40) serta Adlis (50).

Kuat dugaan mereka memiliki banyak uang sehingga kejangalan terjadi dalam proses pengadilan Negri Dumai yang memvonis bebas terhadap tiga orang terdakwa. Kabar yang dirangkum trajunews.com ada “Kong Kali kong negosiasi” terhadap oknum tertentu yang mendukung perkara tersebut dan tiga orang terdakwa dibebaskan.

Tidak tanggung-tanggung, seluruh yang berpotensi menjadi penghalang dalam perkara ini dan penghambat juga diduga telah berhasil diatur dengan angka fantastis (sejumlah uang red). Ini tentu menjadi pertanyaan besar terhadap pengadilan yang berakibat kepada kebenaran. Penanganan pengadilan terkait putusan tiga terdakwa ini memang tergolong aneh, sehingga detik ini masih menjadi tanda tanya besar.

Adanya kasus ini mencuat ketika, pihak Polri yang telah berhasil menangkap dan mengamankan 74 WN Bangladesh yang akan diselundupkan ke Malaysia. Pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerjasama Bareskrim Polri dengan Polres Dumai, dengan banyaknya imigran gelap ke Negeri Jiran, pemerintah Malaysia kerap menyatakan protes kepada Indonesia. Dalam kasus ini, itulah dasar kepolisian bertungkus tumus mengungkapkan pemain dibalik penyelundupan manusia itu.

Seperti informasi yang di lansir Okezone.com menyebutkan Saleh, merupakan “pemain lama” dalam kasus penyelundupan orang. Dia disebut sudah melakukan praktik ilegal itu sejak 2011.

Direktur Tipidum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak sebelumnya kepada Okezone.com mengatakan bahwa, Saleh sering menyelundupkan imigran gelap ke Malaysia dengan kapal. Setiap bulan hampir 600 orang.

Lebih dari itu, jenderal bintang satu ini mengungkapkan, sindikat tersebut memiliki omzet yang besar. Pasalnya dalam sekali penyeberangan, imigran gelap harus merogoh kocek sebesar Rp2 juta untuk sekali pemberangkatan.

“Coba hitung pendapatannya Rp2 juta kali 600 orang tiap bulan. Belum kalau dihitung dari tahun 2011. Ini besar sekali,” papar dia.

Menanggapi putusan tersebut, Kejaksaan Negeri (Kejari) Dumai akan mengambil langkah kasasi. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Dumai melalui Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Dumai M Emri Kurniawan, SH mengungkapkan, tiga terdakwa yang divonis bebas adalah Tengku Said Saleh (49) dan dua lagi yakni Warga Negara (WN) Bangladesh bernama Jowel (40) serta Adlis (50).

“Saya mendapat laporan dari penuntut umum, bahwa dalam putusan perkara tiga terdakwa divonis bebas. Dalam hal ini, tentu kami akan melalukan kasasi,” kata Emri Kurniawan dikonfirmasi wartawan melalui telpon selulernya, Kamis (21/09/2017).

Tambah Emri menjelaskan, pihaknya sementara mempersiapkan dokumen untuk mengajukan kasasi. “Kami diberi batas waktu 14 hari pasca vonis untuk mengajukan kasasi. Kami akan selesaikan secepatnya memori kasasi,” terangnya.

Dalam kasus ini sejumlah media Nasional juga turut menyoroti penangkapan hingga proses perkara Saleh.( TN )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here