Satpol PP & Dinas PUPR Terancam Dilaporkan Terkait Penertiban Kios Liar

0
175

Dumai, SuaraTrust.com – Penertiban bangunan yang dibangun diatas fasilitas umum oleh Satpol PP Kota Dumai, Rabu (31/10) kemarin berbuntut panjang. Salah satu pihaknya dari pihak pemilik bangunan. Protes tersebut bahkan hingga ke jalur hukum. Satpol PP Kota Dumai dan Dinas PUPR Kota bakal di laporkan ke Polres Dumai.

“Saya akan membuat laporan ke Polres Dumai, karena kegiatan itu bukan lagi penertiban tapi perusakan yang dilakukan Satpol-PP Dumai dan anggotanya bersama tim Dinas PUPR yang turun pada saat itu,” ujar Edi Azmi Rozali SH, salah satu pihak yang bangunannya di tertibkan, Rabu (31/10).

 

Ia menjelsskan Didalam rapat ketentuan yang telah dibahas di Polres beberapa waktu lalu, disepakati penertiban dilakukan terhadap bangunan non permanen yang ada di atas drainase disepanjang Jalan Jalan Ombak / Hasanuddin.

“Penertiban secara merata sebagai mana yang telah dibahas didalam rapat beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Dumai Bambang Wardoyo, mengatakan kegiatan penertiban kemarin dilakukan menindak lanjuti surat teguran dari Dinas PUPR tentang Estetika dan sesuai prosedur tahapan Surat Peringatan sampai SP 3 dan harus di Bongkar.

 

“Pembongkaran dilakukannya sudah sesuai ketentuan, jumlah warung atau kios yg dibongkar 12 dan 1 Pagar yang dibongkar juga 5 Gerobak yang diamankan ada satu Estalase tidaklah bisa di angkat karena berat,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Dinas PUPR Kota Dumai melalui bidang Tata Ruang menyebutkan penertiban tersebut sudah sesuai dengan aturan.

“Kita sudah berikan surat secara bertahap mulai dari surat pemberitahuan yang meminta pelaku usaha membongkar sendiri, kemudian surat peringatan lagi untuk dibongkar, namun tidak juga di gubris sehingga akhirnya di keluarkan surat SP 3 untuk membongkar,” ujar Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Kota Dumai, Mufarizal ST.

Ia mengatakan bangunan yang berdiri diatas fasilitas umum telah melanggar Perda ketertiban umum dan perda mengenai bangunan.

“Karena perda ketertiban umum dilanggar, otomatis juga tidak sesuai dengan perda mengenai bangunan,” tuturnya

Ia mengatakan kegiatan tersebut kedepannya akan dilakukan terus, namun saat ini secara bertahap.

“Tahun depan akan kita peringati pelaku usaha di Jalan Sukajadi yang melanggarnya, jadi tidak hanya di Jalan Hasanuddin,” tutupnya.

Editor : Redaksi
Penulis : Rahmad
Fhoto : Istimewa

Sumber : Trajunews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here