Serikat Buruh SBSI 1992 Tindak Lanjuti Pengaduan Mantan Karyawan Hotel Wisata, Terkait Gaji

0
430

Dumai, SuaraTrust.comĀ – Ketua DPC Serikat Buruh SBSI 1992 Dumai Mhd.Alfien Dicky menindak lanjuti atas pengaduan inisial (SU) usia 40 tahun, merupakan salah satu mantan karyawan Hotel Wisata yang saat ini sudah di PHK oleh pihak Management Hotel akhir bulan Januari 2017 lalu.

Alasan pengaduan (SU) ke Serikat Buruh SBSI 1992 ini adalah mengenai upah/gaji yang diterimanya dari Tahun 2013 hingga akhir bulan Januari 2017 rata-rata hanya Rp.1.500.000/bulan.

” Kita selaku serikat buruh SBSI 1992 Dumai sangat prihatin atas nominal gaji yang di terima SU dalam setiap bulannya, padahal kita ketahui bersama bahwa peraturan Pemko Dumai tentang Upah Minimum Kota (UMK) dari tahun 2013 di atas 1,5 juta dan di tahun 2017 ini UMK Dumai mencapai Rp.2 juta keatas” Kata Alfien kepada EraRiau.com.

Lanjut Ketua SBSI 1992″ Dengan adanya pengaduan SU, kita melayangkan surat konfirmasi undangan kepada pihak Management Hotel Wisata guna mempertanyakan terkait gaji SU namun pihak hotel tidak memenuhi undangan kita” Ungkap Alfien.

Alfien juga menyampaikan kepada EraRiau.com bahwa ia sudah beberapa kali mendatangi Hotel Wisata untuk menemui Manager Hotel, namun tak pernah ketemu alasan yang di lontarkan dari pihak hotel bahwa manager sedang sakit.

“Hari ini selasa 14/02 saya dan rekan-rekan media Online EraRiau.com dan SuaraTrust.com mendatangi Hotel Wisata untuk bertemu dengan managernya dan pada akhirnya saya ketemu juga. Namun alasan dari pihak Hotel mengatakan bahwa omset hotel beberapa tahun ini sangat merosot” Kata Alfien lagi.

Di samping itu Barnas selaku Managert Hotel Wisata mengatakan di hadapan awak media serta Ketua SBSI 1992 di ruangan kerjanya.

“Alasan kami dari management hotel melakukan PHK kepada saudari SU di karenakan penghasilan hotel ini dalam setiap bulan dan tahunnya terus merosot, sehingga kita mengurangi karyawan hotel ini” Ujar Barnas.

Lanjut Barnas” Mengenai upah/gaji sejak awal SU dan pihak hotel sudah membuat surat kesepakatan dengan upah yang di berikan dalam setiap bulannya, kenapa di permasalahkan” Ungkapnya.

Di sisi lain Neli selaku personalia hotel juga mengatakan” Bagaimana kita mau membayar gaji karyawan mengikuti UMK, sementara penghasilan hotel ini saja kadang-kadang minus dalam setiap bulannya tidak mungkin memaksakannya” Ujarnya.

“Hal ini sudah kita sampaikan kepada pihak Disnaker, dan pihak Disnaker mengatakan itu tidak masalah. Jadi ini kok di permasalahkan, dan sepengetahuan kita bahwa hotel-hotel lainnya di Dumai juga membayar upah karyawannya di bawah UMK, nah itu bagaimana” Ungkap Neli lagi.

Ketika Ketua SBSI 1992 dan awak media mempertanyakan apakah ada surat tertulis dari pihak Disnaker yang berbunyi tidak masalah dengan membayar upah sebesar yang di berikan kepada SU.

Secara bersamaan Barnas dan Neli menjawab” Tidak ada pak, jika pihak bapak-bapak ingin melanjutkan masalah ini kita melakukan pertemuan ke kantor Disnaker saja” Tutup kedua petinggi Hotel Wisata.

Selesai konfirmasi kepada management hotel, awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada Ka.Disnaker Amiruddin via seluler, tnamun idak dapat di hubungi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here