Sidang Gafatar, Hakim Diduga Tertidur Saat JPU Baca Tuntutan

0
278
Hakim anggota, Arumningsih tertidur saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan tuntutan terhadap ketiga terdakwa petinggi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, 8 Februari 2017. /Ghoida Rahmah

Jakarta, SuaraTrust.com – Hakim Arumningsih sepertinya tak bisa menahan kantuknya dalam persidangan kasus penodaan agama dengan terdakwa 3 petinggi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu 8 Februari 2017. Arumningsih diduga tertidur ketika pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan tuntutan kepada para terdakwa, yaitu Ahmad Mussaddeq alias Abdussalam, Mahful Muis Tumanurung dan Andry Cahya.

Sidang dijadwalkan pukul 13.00 WIB, namun baru dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Arumningsih yang posisi duduknya paling kanan tampak kepalanya miring ke kiri. Arumningsih bertugas bersama dengan dua orang rekannya yaitu Muhammad Sirad sebagai hakim ketua dam Gede Ariawan sebagai hakim anggota.

Pembacaan tuntutan oleh JPU berlangsung sekitar 45 menit. Jaksa penuntut berjumlah tiga orang dan dipimpin oleh jaksa Abdul Rauf. Mereka bergantian membacakan ringkasan proses peradilan dan tuntutan.

Terdakwa Ahmad Mussaddeq alias Abdussalam yang berperan sebagai penasihat spiritual Gafatar dan Mahful Muis Tumanurung selaku Wakil Presiden Gafatar masing-masing dituntut 12 tahun penjara. Sedangkan terdakwa Andry Cahya yang menjabat sebagai Presiden Gafatar dituntut 10 tahun penjara.

Sebelum sidang ditutup, terdakwa Tumanurung menanggapi tuntutan JPU berikut jalannya persidangan. Di antaranya Tumanurung mempermasalahkan hakim Arumningsih yang tertidur ketika sidang berlangsung.

Hakim anggota, Arumningsih tertidur saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan tuntutan terhadap ketiga terdakwa petinggi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, 8 Februari 2017. /Ghoida Rahmah
Hakim anggota, Arumningsih tertidur saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan tuntutan terhadap ketiga terdakwa petinggi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, 8 Februari 2017. /Ghoida Rahmah

Tumanurung menilai hakim Arumningsih tidak menghargai proses persidangan. “Ini sidang dengan agenda tuntutan jaksa, hakim malah tidur saat jaksa membacakan tuntutan,” kata Tumanurung beberapa saat setelah sidang ditutup. Wartawan berusaha menemui hakim  Arumningsih untuk meminta klarifikasi, namun yang bersangkutan keburu pergi dari ruang sidang.

Para terdakwa dijerat Pasal 156 a huruf a KUHP juncto Pasal 56 ayat (1) ke 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP tentang penyalahgunaan atau penodaan agama, dan juga Pasal 110 ayat (1) KUHP juncto Pasal 107 ayat (2) KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP tentang pemufakatan jahat, para pemimpin, para pengatur untuk melakukan makar dengan maksud menggulingkan pemerintahan (TMP/ST)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here