Tak Beradap , Bangun WC Depan Istana Siak, Apa Kata Dunia,,,

0
766

Siak, SuaraTrust.com – Pembangunan WC di depan istana Sultan Siak menjadi kemarahan masyarakat kota siak yang dianggap pemerintah siak tidak beradap.

Pembangunan Wc ini tanpa kordinasi atau musyawarah tokoh Lembaga adat melayu serta sesepuh masyarakat yang ada dikota Siak.

Kerajaan Siak Sri Indrapura didirikan pada tahun 1723 M oleh Raja Kecik yang bergelar Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah putera Raja Johor (Sultan Mahmud Syah) dengan istrinya Encik Pong, dengan pusat kerajaan berada di Buantan. Konon nama Siak berasal dari nama sejenis tumbuh-tumbuhan yaitu siak-siak yang banyak terdapat di situ. Sebelum kerajaan Siak berdiri, daerah Siak berada dibawah kekuasaan Johor. Yang memerintah dan mengawasi daerah ini adalah raja yang ditunjuk dan diangkat oleh Sultan Johor. Namun hampir 100 tahun daerah ini tidak ada yang memerintah. Daerah ini diawasi oleh Syahbandar yang ditunjuk untuk memungut cukai hasil hutan dan hasil laut.

Pada awal tahun 1699 Sultan Kerajaan Johor bergelar Sultan Mahmud Syah II mangkat dibunuh Magat Sri Rama, istrinya yang bernama Encik Pong pada waktu itu sedang hamil dilarikan ke Singapura, terus ke Jambi. Dalam perjalanan itu lahirlah Raja Kecik dan kemudian dibesarkan di Kerajaan Pagaruyung Minangkabau. Sementara itu pucuk pimpinan Kerajaan Johor diduduki oleh Datuk Bendahara tun Habib yang bergelar Sultan Abdul Jalil Riayat Syah.

Setelah Raja Kecik dewasa, pada tahun 1717 Raja Kecik berhasil merebut tahta Johor. Tetapi tahun 1722 Kerajaan Johor tersebut direbut kembali oleh Tengku Sulaiman ipar Raja Kecik yang merupakan putera Sultan Abdul Jalil Riayat Syah. Dalam merebut Kerajaan Johor ini, Tengku Sulaiman dibantu oleh beberapa bangsawan Bugis. Terjadilah perang saudara yang mengakibatkan kerugian yang cukup besar pada kedua belah pihak, maka akhirnya masing-masing pihak mengundurkan diri. Pihak Johor mengundurkan diri ke Pahang, dan Raja Kecik mengundurkan diri ke Bintan dan seterusnya mendirikan negeri baru di pinggir Sungai Buantan (anak Sungai Siak). Demikianlah awal berdirinya kerajaan Siak di Buantan. Namun, pusat Kerajaan Siak tidak menetap di Buantan.

Dalam perkembangannya, Kesultanan Siak muncul sebagai sebuah kerajaan bahari yang kuat  dan menjadi kekuatan yang diperhitungkan di pesisir timur Sumatera danSemenanjung Malaya di tengah tekanan imperialisme Eropa.

Hasyim , warga siak mengatakan kepada media SuaraTrust.com  melalui via selulernya ” pembangunan wc ini sangat melecehkan Istana Kesultanan Siak Inderapura ” ujarnya

” kami sebagai masyarakat Siak menolak pembangunsn wc tepatnya didepan istana siak, dan meminta kepada PEMKAB Siak untuk membatalkan pembangunan Wc ini ” ungkapnya Hasyim

Dikatakanya lagi Bupati siak harus cepat tanggap permasalahan pembangunan wc yang berada di depan Istana Siak ini, supaya kemarahan masyarakat kota Siak cepat terbendung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here