Ungkapan,, Untuk Bupati Bengkalis , Dari Cicitnya Datuk Laksamana Raja Dilaut IV Ali Akbar

0
241

Bengkalis, SuaraTrust.com – Sejarah Bengkalis adalah suatu cerita sejarah yang sangat panjang dan bisa menjadi suatu cerita yang menarik apabila pemerintah Bengkalis mau mengangkat sejarah Bengkalis.

Sekitar tahun 1645 M, dipelabuhan Bengkalis sangat banyak berlabuh Kapal-kapal Niaga kepunyaan Bangsa Asing, Mengingat hal tersebut ayah dari encik Intan mengajukan usulan kepada Batin-batin yang berempat itu, dan membayangkan susunan pemerintahan yang telah dialaminya diwaktu ia berada di Malaka dahulu,  Menurut pandangan beliau, bahwa Bengkalis adalah suatu pulau yang dibatasi oleh lautan disekelilingnya, dan mempunyai pelabuhan yang tertentu, dari itu alangkah baiknya kita mengadakan seorang Datuk yang megurus pelabuhan, seperti di Malaka sendiri, yang dinamakan Datuk Syahbandar.

Sekitar tahun 1680 M, pulau Bengkalis didatangi sebuah perahu layar, kalau ditinjau dari peralatannya dapatlah dikatakan sebuah kapal perang dari Sulawesi Selatan yaitu Wajok.

Kapal tersebut ternyata kapal putra Sultan Wajok yang diketahui oleh putra Sultan Wajok sendiri, sebanyak empat orang yang bernama :
1.    DAENG TUAGIK.
2.    DAENG PUARIK.
3.    DAENG RONGGIK.
4.    DAENG PENGGERIK.

Mereka datang menemui Datuk Syahbandar Bengkali, yaitu Encik Mas dan menyampaikan maksud mereka yaitu :
Mereka datang dari Sulawesi (Wajok), adalah untuk mencari pengalaman dan pengetahuan diseluruh Nusantara, serta mencari persahabatan, mendengar perkataan mereka ini, dan melihat tingkah laku dan sopan santun yang baik, maka disambutlah oleh Datuk Bandar dengan senang hati.

Mereka kini, diizinkan tinggal di Bengkalis seberapa lama mereka mau, Beberapa purnama kemudian, mereka bermohon diri untuk melanjutkan perjalanannya, akan tetapi, salah seorang dari mereka ini tidak ikut yaitu Daeng Tuagik Saudara tua dari mereka dengan alasanya bahwa beliau belum puas tinggal di Bengkalis, Hal ini disetujui oleh kedua belah pihak, baik dari adik-adik Daeng maupun dari pihak Datuk Bandar Bengkalis untuk dijadikan Istrinya. Maksud baiknya ini, disampaikan kepada Encik Mas,
lamaran tersebut diterima dengan syarat-syarat sebagai berikut.
1.    Keturunannya (Daeng Tuagik dengan Encik Mas) tidak boleh memakai gelaran dari Sulawesi, sampailah kepada anak         cucunya nanti.
2.    Daeng Tuagik sendiri tidak boleh mengadakan Angakatan Bersenjata Laut, sebagaimana terdapat dalam dasar         pemerintahan Bengkalis,
Setelah syarat-syarat tadi disampaikan oleh orang-orang Bengkalis kepada Daeng Tuagik dan dipikirnya matang-matang, maka diterimanyalah syarat-syarat tersebut.

Dari keterangan cicit Datuk Laksamana raja Dilaut IV Ali Akbar Datuk jhoni Bin Jamal dan Evanda putra serta ahli keluarga ” dari perkawinanan Panglima Tuagik dan Encik Mas lahirlah dari keturunan keturunan anak nya baik dari Datuk Laksamana I sampai Laksamana IV datuk Ali Akbar dan jatuh ke anaknya datuk Idris, serta keanaknya datuk jamal dan terakhir datuk jhoni ,” ujarnya

Dikatanya lagi Evanda Putra salah satu cicit datuk laksamana IV Ali Akbar ” kami dari ahli waris meminta kepada Bupati Bengkalis untuk membantu memperjelaskan ahli waris keturunan Datuk Ali Akbar karena ada pihak yang mengklaim sebagai ahli waris, supaya kita mau yang sebenarnya ahli warisnya dan meluruskan yang sebenarnya,” ungkapnya

Lanjutnya ” saya juga meminta kepada Bupati Bengkalis Amril Mukminin untuk membantu mempublikasikan dari PEMKAB Bengkalis tentang barang sejarah seperti keris dan pedang datuk laksamana I sampai ke datuk laksamana IV yang berumur 510 tahun, semoga sejarah Datuk Laksamana ini cepat ditanggapi Bupati Bengkalis Amril Mukminin.” harapan cicit Datuk Laksama IV Ali Akbar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here