Usai Diperiksa, Presiden KSPI: Buruh Tak Terlibat Upaya Makar

0
227

Jakarta, SuaraTrust.com –¬†Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus dugaan upaya makar, di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, hari ini.

Fhoto: ilustrasi
Fhoto: ilustrasi

“Iya, statusnya sebagai saksi,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, kepada wartawan, Selasa (13/12).

Dikatakannya, rencananya Said Iqbal dipanggil Kamis (15/12) mendatang, namun yang bersangkutan minta dimajukan pemeriksaannya. “Rencana Kamis (15 Desember 2016) tetapi yang bersangkutan minta maju hari ini,” ungkapnya.

Argo enggan menyampaikan apa materi pemeriksaan Said Iqbal sebagai saksi, karena itu merupakan kewenangan penyidik. “Itu penyidik yang tahu. Kewenangan penyidik,” katanya.

31 Pertanyaan
Sementara usai menjalani pemeriksaan Said Iqbal menegaskan, buruh tidak terlibat dalam kasus dugaan upaya makar. “Hari ini, saya Said Iqbal sebagai Presiden KSPI, mewakili buruh, dipanggil oleh (penyidik) Reskrimum sebagai saksi, berkenaan pasal tentang makar,” kata Said.

Said mengaku mendapat 31 pertanyaan dari penyidik. Kesimpulannya, buruh tidak terlibat dalam dugaan makar. “Tadi sekitar jam 10.00 pagi, ada beberapa pertanyaan yang diajukan oleh penyidik,”¬†jelasnya.

Pada intinya kata dia, pertanyaan menyangkut apakah buruh terlibat dalam dugaan makar yang dilakukan beberapa orang yang sudah dijadikan tersangka. “Jawaban kami dengan tegas menyatakan bahwa buruh tidak terlibat, tidak ikut serta tidak pernah berpikir untuk masuk dalam dugaan pasal makar,” terangnya.

Menurutnya, aksi buruh 2 Desember 2016, adalah murni aksi buruh yang memperjuangkan aspirasi terkait permintaan mencabut Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan yang berorientasi pada upah murah, dan menaikkan upah minimum 15 persen sampai 20 persen.

“Kedua kami sampaikan aksi buruh menuntut tangkap dan penjarakan Ahok karena dugaan kasus korupsi, menolak reklamasi karena merusak lingkungan, menolak penggusuran karena melanggar HAM dan upah murah, serta terakhir adalah penistaan agama. Itulah yang kami sampaikan pada aksi pada tanggal 2 Desember, tidak ada hubungannya dengan makar,” tandasnya.

Ia menuturkan, pemeriksaan berlangsung dengan santai tanpa ada tekanan dan paksaan. “Penyidik berlaku sangat sopan, baik, untuk menanyakan dan mengklarifikasi beberapa hal,” kata dia. (BS/ST)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here