Wajar,, Diduga Perwakilan Chevron Dihalau Dipertemuan Masalah Mobil Damkar Dibandara Dumai

0
916

Dumai, SuaraTrust.com – Masyarakat kota Dumai menilai wajar diduga perwakilan Chevron dihalau keluar dipertemuan masalah mobil damkar untuk dibandara pinang kampai, rabu (13/12).

Awal berhentinya aktifitas bandara pinang kampai dikarenakan pihak chevron mendadak menarik mobil Damkar miliknya yang berada di bandara pinang kampai, karena mobil damkar salah satu SOP untuk aktifitas bandara yang aktif.

Ironisnya tidak banyak mengetahui penarikan mobil damkar secara tiba tiba, sudah tentu menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat kota dumai apakah pihak chevron tidak berkomunikasi dulu.

Baru baru ini bandara pinang kampai sudah dibuka kembali dengan adanya mobil damkar milik pemda, pertamina, chevron, namun kabarnya pihak chevron kembali mau menarik mobil damkar nya.

Nordin Effendi, Ketua Forum LPMK kota Dumai mengatakan kita mendengar ada pertemuan PEMKO dengan pihak Chevron dan kita juga mendengar bahwa pihak chevron mau menarik kembali mobil damkar milik chevron, dengan adanya sikap chevron seperti ini diduga ada perwakilan chevron dihalau dalam pertemuan.

” wajar perwakilan chevron dihalau, karena kami memandang tidaklah patut pihak chevron menarik kembali mobil damkar nya, kita tahu kota dumai saat ini sedang menjadi tuan rumah MTQ se provinsi riau ” ujarnya

Menurut Nordin Efendi selama ini kita masyarakat dumai tidak banyak meminta atau menuntut kepada chevron, namun peminjaman sementara mobil damkar saja tidak dapat, ini adalah sikap yang kurang baik terhadap masyarakat kota Dumai, karena bisa kemungkinan bandara ditutup kembali.

Lanjutnya ” kami sebagi masyarakat kota dumai meminta kepada pihak chevron untuk bersikap profesional, selama ini berapa banyak sudah chevron mengeruk keuntungan dari bumi lancang kuning ini, tapi hanya sekedar meminjam mobil damkar saja untuk bandara pinang kampai saja tidak bisa ” tutupnya

Ketika awak media menghubungi pihak chevron Gita melalui via seluler mengenai mobil damkar tidak mau berkomentar dan hanya menjawab bukan wewenang saya untuk menjawab konfirmasi media, kemudian awak media diarahkan kepada okta atau tiva, namun kita menghubungi tiva melalui via seluler berkali kali juga tidak ada jawaban.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here