Wartawan Dan Media Independen Indonesia : Kembalikan Fungsi Undang Undang Pers Tahun 1999

0
839

Jakarta, SuaraTrust – Aksi unjuk rasa kembali digelar oleh Forum Pers Independen Indonesia (FPII), pada hari Kamis (13/04/2017), sekira pukul 14.30 Wib, di depan pintu gerbang DPR MPR RI, jalan Jend Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Dengan jumlah massa sebanyak 500 orang, dipimpin oleh Kasih Hati bersama Mustofa Hadi, Hefrizal dan Darmanto, FPII melakukan orasi serta pembentangan spanduk dipintu gerbang gedung DPR MPR RI dan dalam pengawalan ketat pihak aparat Kepolisian.

Peserta aksi sendiri merupakan perwakilan insan media dari seluruh indonesia dari media elektronnik , media cetak dan on line yang menuntut kepada Dewan Pers untuk mencabut Verfikasi (Pembatalan Liputan) Media di seluruh Indonesia.

Adapun tuntutan FPII kepada Dewan Pers sebagai berikut :

1. Cabut Verifikasi (Pembatasan Liputan) Media diseluruh Indonesia.

2. Stop diskriminasi dan kriminalisasi wartawan.

3. Kembalikan fungsi Undang Undang Pers tahun 1999.

4. Tolak Panja Rencana Perubahan Undang Undang Pers. Suasana unjuk rasa berjalan lancar dengan media penyampaian gelar spanduk dan penyampaian orasi.

Aksi FPII ini dilaksakan pada beberapa lokasi, diantaranya di Gedung Dewan Pers dengan membentangkan spanduk gugatan kepada Dewan Pers dari atas gedung, di Kantor Menkominfo dan di Gedung DPR MPR RI.

Sebagian anggota FPII yang masih berada di luar Kota Jakarta memberikan support melalui medsos dalam group WA FPII.

Penarakyatnews Putri Mojokerto: “Salam Perjuangan utk saudara saudaraku, para insan jurnalis,, semoga berhasil dlm membela ketidakadilan, dan penyimpangan kebijakan DP dari UU yg seharusnya UU pers no.40 tahun 1999, selamat Berjuang saudaraku, selamat Berjuang keluarga FPII,, Kami akan selalu doakan, utk kalian semua, utk capai keberhasilan,,

Hidup insan pers..

Hidup jurnalis..

Hidup FPII

Hidup UU PERS No.40 tahun 1999

Hidup keluarga besar FPII…

Salam solidaritas kami bersama doa2 kami menyertai kalian semua.

Salam Perjuangan dr PenaRakyatNews.

Sementara itu orasi penyemangat disampaikan Ketua Deputi Kajian dan Pengembangan FPII Obor Panjaitan “Wahai kawan-kawan FPII, mari kita bersemangat untuk membela Kebebasan PERS  dan jangan kita loyo sebagai Insan Pers Pilar ke 4 Demokrasi yg juga tulang punggung bangsa ini, selama hak kita di dirampas kita takan pernah tinggal diam untuk melawan dan turun kejalan ini, sebagai bentuk ketidak puasan serta protes yang kami lakukan guna Menegakkan Kebenaran dan keadilan.
Wahai para penguasa, wahai Dewan Pers,

FPII hadir untuk berkunjung secara santun dan Damai namun Tegas , kami datang dengan harapan, dengan menanyakan kepastian, dan dengan semangat nasionalisme, heyyyy…Dewan PERS harap dengarkan, camkan, dan renungkan, kami bukanlah hewan yang kalian perlakukan seenaknya, kami punya hak, saya menagih hak kami Yaitu

cabut Verivikasi

Kembali’ken Fungsi UU pers no 40/99

STOP kekerasan ,intimidasi,diskriminasi terhadap Pers diseluruh wilayah Indonesia.

Kami tak pernah lelah berjuang demi keadilan, serta tak pernah lari dalam berperang serta memerangi ketidak adilan.Jangan pernah katakan kemakmuran kesejahteraan wartawan .Jangan pernah katakan keadilan.Jangan pernah katakan demi hukum.Jika masih saja mengombang-ambing Pemerataan Hak dimata Hukum, menginjak-injak hak Wartawan serta  MEMPERKOSA kebenaran dan mempermainkan aturan seenaknya

Kami datang dengan cita-cita, dengan membawa harapan yang bisa kami dapatkan demi masa depan bangsa. Mohon dengarkan dan buka mata serta hati kalian.Kami akan melawan.Kami akan memberontak.Kami akan bersikap.Kami tak akan diam.Kami tak akan tidur.Kami tak akan lengah.Demi keadilan.Demi masa depan bangsa Dengan Perbaikan2 industri Media dan Pemberdayaan Keberadaan Pers di Negeri ini.Demi Rakyat dan demi Bangsa serta Negara Kesatuan Republik Indonesia…

Hidup FPII

Hidup Insan Pers

Salam Pergerakan..

Group Ras Pers Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here