Alamak,, Harga 300 Ribu Paket Sembako Non DTKS Dumai Bersisa 17800

0
4966

Dumai (SuaraTrust.com)

Harga paket sembako dinas sosial kota Dumai non DTKS seharga 300 ribu yang dibagikan kemasyarakat Dumai yang terdampak Pandemi Covid-19 melalui kelurahan ternyata bersisa 17800, Jumat (15/05/2020).

Hasil diketahui sisa 17800 paket Sembako seharga 300 ribu ini setelah ada audensi koalisi mahasiswa dan masyarakat anti korupsi (KEMMAK) dengan pihak dinas sosial diposko gugus Covid-19 dengan perincian belanja 282.200.

Melihat dengan adanya sisa 17800 dari paket sembako seharga 300 ribu tentunya hak masyarakat untuk mendapat sembako tidak sepenuh full, menurut dari hasil audensi KEMMAK dengan Dinas Sosial pembelian paket sembako ada pihak ketiga.

Anshor salah satu kordinasi koalisi mahasiswa dan masyarakat anti korupsi mengatakan, tindakan kita adalah untuk pengawasan agar bansos ini tidak ada terjadi dugaan penyelewangan.

” hasil dari audinesi tadi kita dari mahasiswa yang tergabung kedalam aliansi KEMMAK, koalisi mahasiswa dan masyarakat anti korupsi, sangat menyayangkan keputusan dinsos yang akan mensilpakan anggaran bansos Non DTKS berbentuk sembako senilai Rp. 300.000,- tersebut ke kas daerah berkisar dari sisa perbelanjaan Rp. 17.800,- perpaket nya ” ungkap Anshor

Andai dana tersebut di kali dengan banyak nya jumlah paket penerima bansos yg terdata ada sekitar belasan ribu KK, itu bisa mencapai ratusan juta rupiah.. yang mana dana tersebut memang diharus digunakan untuk kepentingan masyarakat yang terdampak akibat pandemi ini.

” dan menjadi kejanggalan juga di teknis permasalahan harga per item dari perpaket sembako tersebut.. dari 9 bahan pokok yg diberi ke masyarakat.. kata kadinsos sendiri itu perpaket nya dengan jumlah harga PHS nya, Rp. 282.200,- .sedangkan sr barang bukti sembako yang kita dapati lapangan, lalu kita mencoba membanding kan harga dengan harga HET umai serta UMKM atau kedai sembako rakyat itu hanya menghabiskan sekitar, 160.000-170.000 saja. Dan itu bukan harga grosir, apa lagi di ambil di grosir dgn jumlah yg banyak pula ” ujarnya

Anshor berharap kedepannya coba lah beri saja masyarakat secara tunai, lalu biar lah masyarakat bebas memilih, di kedai atau pun warung mana mereka mau membeli bahan sembako nya, agar perputaran ekonomi di dumai ini tetap terjamin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here