dr Syaiful: Belajar Tatap Muka Dibolehkan Apabila Penuhi Syarat dan Ketentuan

0
1266

DUMAI – Juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan Covid -19 Kota Dumai dr Syaiful mengatakan, sekolah diperbolehkan menggelar pembelajaran tatap muka apabila sudah memenuhi syarat dan ketentuan.

Hal ini disampaikannya, Rabu (3/2/2021). Syaiful menegaskan syarat yang dimaksud itu menitik beratkan kepada dukungan sarana kesehatan untuk mencegah potensi penularan Covid-19.

Saat ini, beberapa sekolah Tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sudah menerapkan belajar tatap muka di kelas secara bertahap sejak Senin (1/2/2021).

“Memang ada beberapa sekolah setingkat SMA di Kota Dumai yang sudah melakukan pembelajaran tatap muka secara bertahap, tetapi pihak sekolah harus memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan, ” kata Syaipul.

Hal ini berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia.

Dimana dijelaskan tentang panduan peyelengaraan pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021 di masa pandemi Covid-19 sudah memperbolehkan sekolah untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka dengan bertahap di masa pandemi Covid-19.

Dijelaskan Syaful lagi syarat-syarat yang harus di penuhi oleh pihak sekolah yakni, pertama pihak sekolah mengajukan proposal ke Tim Gugus Tugas dan Tim Gugus Tugas memberikan asesmen yang harus dipenuhi pihak sekolah.

Kedua, pihak sekolah harus melakukan Rapid test untuk guru-guru pengajar dan yang ketiga pihak sekolah harus mengikuti dan menyediakan kelengkapan Protokol Kesehatan (Prokes).

Bila sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka yang tidak mengikuti peraturan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah, maka sekolah tersebut akan dikenakan sangsi.

Untuk sekolah swasta yang berani melakukan pembelajaran secara tatap muka dengan tidak mengindahkan syarat dan ketentuan yang berlaku maka sanksinya adalah penutupan sekolah tersebut atau izin sekolahnya dicabut.

“Kalau sekolah Negeri sanksinya adalah kepala sekolahnya akan kami ganti,” tegas Syaipul.

Dibukanya sekolah dengan melakukan pembelajaran secara tatap muka hanya di berlakukan untuk sekolah setingkat SMA saja, karena ini masih masa percobaan.

“Bagi sekolah yang belum bisa memenuhi syarat untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka, tidak harus di paksakan membuka sekolahnya,” tutup Syaipul.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here