Drs Harmidi :Bukan tak mampu, tapi tak loyal. Ganti saja,Tidak Ada Kalimat Lain

0
2079

DUMAI, SuaraTrust.com  –  Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Dumai, H Azhar berharap pemerintahan mampu memberikan keteladanan. Salah satunya, dengan tidak menunjukkan konflik di tengah publik. Beberapa waktu belakangan ini, retaknya hubungan Walikota dan Sekda Dumai sangat santer terdengar. “ Mudah-mudahan itu cuma sebatas isu saja. Kita tidak menginginkan adanya konflik, apalagi di tingkat pemimpin yang dapat mengganggu situasi pemerintahan daerah,” ungkap H Azhar kepada media melalui sambungan telpon seluler.

Setakad ini, H Azhar masih berkeyakinan bahwa isu yang berkembang itu tidak benar. Hanya saja, jika situasi itu benar-benar terjadi, maka mesti segera dicarikan solusi. Jika dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan konflik bakal berdampak terhadap rencana pembangunan daerah. “ Kalau kabar itu benar, mesti segera diselesaikan. Apalagi ini bukan melibatkan pejabat biasa, namun tingkat elit. Menurut saya, kuncinya satu. Kesampingkan ego pribadi,” papar H Azhar.

Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, aroma perseteruan Walikota dan Sekda Dumai sangat terasa. Di kalangan elit birokrasi dan politisi, kabar itu bukan rahasia lagi. Apalagi saat apel, Sekda pernah berkeluh-kesah secara terbuka di hadapan PNS. Bukan itu saja, proses pengusulan APBDP Dumai TA 2016 disebut-sebut sempat tersendat.” Sepertinya ini imbas dari santernya isu pergantian Sekda Dumai beberapa waktu lalu. Mungkin merasa kurang nyaman, akhirnya Sekda tidak lagi sejalan,” ungkap salah seorang sumber di lingkungan pemerintahan.

Sebelumnya Pengamat Sosial Kota Dumai, H Armidi menyampaikan idealnya sosok seorang sekretaris daerah mesti memiliki kapabilitas dan loyalitas serta bisa bekerjasama dan tidak bertentangan dengan walikota. Apalagi dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya, sekretaris daerah bertanggung jawab kepada Walikota Dumai. “Maka dia harus bisa melihat, kebijakan apa yang sudah dikerjakan dan mana yang belum. Bukan malah berseteru sebagaimana isu yang berkembang. Aroma ketidakharmonisan tersebut dikhawatirkan bisa mempengaruhi kewibawaan pimpinan di mata bawahan,” papar H Armidi.

Lebih lanjut disampaikannya, Walikota Dumai disarankan berani mengambil sikap tegas. Bila memang dinilai tidak loyal, sebaiknya walikota mencari pengganti. “ Jangan membiarkan organisasi pemerintahan menjadi lumpuh dan lemah karena harus mempertahankan orang yang tidak loyal. Bukan tak mampu, tapi tak loyal. Ganti saja, tidak ada kalimat lain,” tegas H Armidi.

Pendapat senada diungkapkan Ir Muhammad Hasbi yang menyatakan hubungan antara Walikota dan Sekda seharusnya harmonis, sinergis dan saling menguatkan.  “ Sepanjang walikota berjalan pada rel yang benar, dia (Sekda) wajib hukumnya membantu. Kalau tidak, itu namanya tidak loyal,” terangnya saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Menurut Muhammad Hasbi, jika perseteruan itu benar-benar terjadi, maka dampak yang muncul yakni terhambatnya jalan roda pemerintahan. Itu juga akan menyebabkan tidak sehatnya proses-proses manajemen administrasi pemerintahan dan sebagainya. “ Mungkin Sekda punya pengikut, walikota juga punya pengikut. Ini bisa menambah keruhnya pemerintahan. Jangan biarkan lama-lama. Ganti saja kalau seperti itu,” tegas Muhammad Hasbi.(rls/ST)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here