Hadirkan Penanggap, FGD Bijak Melayu Lahirkan Rekomendasi Percepatan Penanganan Covid-19

0
2576

Pekanbaru (SuaraTrust.com) – Bincang Jujur Anak Kemenakan Melayu (Bijak Melayu) yang ditaja oleh Pusat Ilmu dan Jaringan Rakyat Melayu (Pijar Melayu) sukses digelar pada Jum’at (27/8) di salah satu hotel di Pekanbaru.

Kegiatan ini dibuka langsung secara resmi oleh Wakil Gubernur Provinsi Riau Brigjen TNI Purn Edy Natar Nasution, SIP, “Kegiatan Bijak Melayu ini patut kita apresiasi karena ikut berkontribusi dalam percepatan penanganan Covid-19 di provinsi Riau” ujarnya.

Bijak Melayu juga dihadiri oleh Asisten I Jendry Ginting, Kepala Staff Korem 031/Wira Bima, Karo Rena Polda Riau Kombes Pol Ano Munarto, SH, SIK, MM, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi H. Jonli, M.SI, Ketua APINDO Wijatmiko Rah Trisno, Sekretaris Eksekutif GAPKI Riau Ir. Marianto.

Bukan hanya itu, Bijak Melayu juga dihadiri oleh para penanggap yaitu Ketua FPK Riau Ir. A. Z. Fachri Yasin, M. Agr, Ketua umum FKPMR Dr. drh. Chaidir,MM, Bendahara DPD KNPI Riau Novri Andri Yulan, MUI Riau, PPNI Riau, Dinkes Riau dan BPBD Riau. Acara juga diikuti oleh peserta secara daring melalui zoom meeting.

“Focus Group Discussion ini harus memiliki output yang berimpact kepada masyarakat Riau. Salah satunya meningkatkan peranan perusahaan terhadap para pelajar dan mahasiswa di Riau dalam bantuan mengantisipasi Covid-19. Tidak kalah pentingnya lebih meningkatkan tanggungjawab pemerintah kab/kota (bupati/walikota) sebagai panglima perang Covid-19 dengan dukungan Camat, Lurah, kepala desa hingga ke RW RT sebagai perangkat dalam pemberantasan dengan menyebarluaskan informasi Covid-19 sehingga masyarakat bersikap positif. Tidak kalah pentingnya menindaklanjuti dan proses segera orang-orang yang menyebarkan hoax terkait Covid-19” ujar Ketua FPK Riau Fachri Yasin.

Dan juga Bijak Melayu mendapat tanggapan dari DPD KNPI Riau Novri Andri Yulan mengenai vaksinasi, “Persoalan vaksin menjadi atensi bagi kami pemuda Riau, karna terjadinya ketimpangan pada jumlah vaksin yang mana masih kami temui kejadian di lapangan bahwa masih adanya masalah kekurangan jumlah vaksin di masyarakat”pungkasnya.

Hal tersebut mendapatkan tanggapan langsung oleh Dinas Kesehatan Provinsi Riau, “Permasalahan vaksin itu bukan karena adanya kekurangan anggaran, akan tetapi memang stock vaksin yang kurang” tandasnya.

Bijak Melayu juga mendapatkan tanggapan oleh Ketua umum FKPMR Dr. drh. Chaidir, MM “Perlunya sinergitas seluruh elemen dan juga dilibatkan dalam mengonsep percepatan penanganan Covid-19, sehingga setiap keputusan bisa berjalan sebagaimana mestinya dan tidak ada efek negatif kepada masyarakat” pungkasnya.

Oleh karena itu, FGD Bijak Melayu melahirkan rekomendasi percepatan penanganan Covid-19 di Bumi Melayu Riau dengan suatu konsep yang nantinya akan diimplementasikan langsung kepada masyarakat Riau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here