Normalisasi Sungai Dumai Berdampak Pengerusakan Ekosistim

Normalisasi Sungai Dumai Berdampak Pengerusakan Ekosistim

DUMAI (STC) - Dalam penanggulangan banjir yang ada di Kota Dumai, Pemerintah Kota (Pemko) Dumai melalui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Dumai Bidang Sumber Daya Air (SDA) melaksanakan normalisasi Sungai yang ada di Kelurahan Rimba Sekampung Kecamatan Dumai Kota. 

Normalisasi sungai ini dilakukan untuk penanggulangan banjir untuk mempercepat proses surutnya genangan air yang membanjiri daerah Dumai ketika hujan lebat. 

Namun dampak dari Kebijakan Pemko Dumai ini berbanding terbalik dengan keadaan di lapangan saat ini, karena akan  mengakibatkan tanah di sekitaran sungai akan mengalami abrasi. 

Salah satu warga yang tinggal di sekitaran sungai tersebut Zakri Hidayat mengatakan, kebetulan saya tinggal dipinggiran sungai Dumai, gunanya tanaman mangrove sengaja di tanam di tepian sungai tersebut untuk penahan abrasi bibir sungai, karena kawasan bibir sungai di area Kelurahan Rimba Sekampung ini cukup rentan terjadinya abrasi. 

"Saya kecewa!", sesal Zakri, "kenapa tanaman Mangrove yang ada di bibir sungai tersebut ditebang juga".

"Padahal sebelumnya sudah saya koordinasikan kepada pengawas lapangan pengerjaan penggalian sungai tersebut, untuk tidak menebang pohon api api yang ada, namun tetap ditebang juga," ujar Zakri Hidayat. 

Direktur Bidang Lingkungan Malaya Research and Development, Dhery Perdana Nugraha mengatakan, pihak kami sudah menerima laporan dan melihat langsung ke lapangan bahwa benar adanya penghancuran Mangrove disepanjang Sungai Dumai.

"Dengan penebangan tanaman Mangrove yang ada di bibir sungai, pihak kami mengutuk keras dan segera untuk menghentikan pengerjaan yg menghancurkan ekosistem lingkungan tanpa ada kajian komprehensif  terlebih dahulu," terang Dhery. 

Lebih tegas Dhery mengatakan, "Kami akan laporkan kejadian ini ke Dinas Lingkungan hidup Provinsi Riau dan kami laporkan juga ke Kementerian Lingkungan Hidup atas kerusakan lingkungan hidup yg sudah menghancurkan ekosistem lingkungan sungai."

Dhery berharap, Dinas PUPR bisa menunjukan dasar tentang kajian normalisasi Sungai Dumai ini, agar lebih transparan dalam membuat sebuah kebijakan, apalagi tentang normalisasi sungai.