Ratusan Rumah di Kota Pekanbaru Terendam Banjir

Ratusan Rumah di Kota Pekanbaru Terendam Banjir

SUARA TRUST - Ratusan rumah di Kota Pekanbaru terendam banjir sejak beberapa hari terakhir. Bahkan, ada warga yang terpaksa mengungsi akibat banjir yang tak kunjung surut.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru, Sabtu (16/4), banjir merendam perumahan Merpati Indah Jalan Merpati Kecamatan Tenayan Raya. Di lokasi ini ada 5 kepala keluarga (KK)yang terdampak.

Kemudian Perumahan Mande Villa Jalan Cengkeh Kecamatan Bukit Raya. Di perumahan yang menjadi langganan banjir ini ada 100 rumah dan 90 KK yang terdampak banjir.

Di perumahan Fauzan Jalan Kesadaran Kecamatan Bukit Raya, 60 KK dan 107 rumah terdampar banjir beberapa hari ini. Selain itu, Jalan Dwikora, Jalan Hangtuah Ujung Kecamatan Sail juga alami hal serupa. Setidaknya ada 74 KK dan 74 rumah yang terdampak banjir.

Dikutip dari cakaplah.com, kemudian, banjir juga merendam pemukiman warga di Jalan Bambu Kuning Kecamatan Tenayan Raya. Di lokasi ini, BPBD belum mengetahui berapa warga yang terdampak.

Di lokasi lain, seperti Jalan Kampung Baru Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya, ada 10 rumah yang terendam banjir.

Banjir yang terparah terjadi di Perumahan Athaya Jalan Sakuntala Kecamatan Bukit Raya. Sebab, banjir di lokasi ini mencapai 100 centimeter atau satu meter hingga hampi satu setengah meter. Di lokasi lain, banjir rata-rata mulai 40 centimeter hingga 80 centimeter

“Tenda sudah kita dirikan,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Pekanbaru Bambang Rifai.

Warga saat ini untuk sementara terpaksa mengungsi jelang banjir surut. Menurutnya, bantuan beras juga sudah disalurkan untuk warga terdampak banjir.

“Hari ini beras. Untuk di tempat pengungsian,” kata Bambang.

Ia memperkirakan, banjir mulai berangsur surut hari ini. Namun, jika cuaca masih hujan, banjir di beberapa titik itu masih akan terjadi.

“Kalau hari ini tidak ada hujan InsyaAllah air akan semakin surut. Karena pagi ini air sudah mulai surut berdasarkan monitoring pagi,” jelas dia. ***