Tumpulnya Penegakan Hukum di Bidang Lingkungan Hidup Terhadap Perusahaan CPO

Tumpulnya Penegakan Hukum di Bidang Lingkungan Hidup Terhadap Perusahaan CPO

DUMAI - Pasca hebohnya pemberitaan mengenai adanya dugaan pembuangan limbah  Flyash/ButtomAsh (FABA) sebulan belakangan ini, yang beralamat di Kecamatan Sei. Sembilan, Kota Dumai.

Perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan minyak kelapa sawit/Crude Palm Oil (SDO) dihebohkan membuat, menarik sorotan dari berbagai pihak termasuk masyarakat banyak.

Karena didapati informasi berupa foto, tampak gunungan hasil dari penumpukan FABA yang berasal dari sisa pembakaran batu bara, yang lazimnya digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang CPO untuk dilakukan proses pengolahan.

Yang tak kalah menarik dan menuai sorotan, didapati berupa foto yang tampak di samping tumpukan FABA tersebut, aliran air yang berwarna hitam mengalir ke laut Dumai, sehingga terlihat dan tampak jelas  aliran air yang berwarna hitam tersebut merubah struktur warna pada air yang ada pada laut Dumai, namun belum didapati informasi secara jelas aliran air yang berwarna hitam yang mengalir ke laut Dumai tersebut berupa dan berjeniskan apa. 

Sampai saat ini, kurang lebih satu bulan pasca hebohnya pemberitaan mengenai adanya dugaan pembuangan limbah yang dilakukan oleh PT. SDO tersebut, namun belum juga didapati adanya langkah konkrit dari Aparat yang berwenang yang menangani persoalan ini. Sehingga menimbulkan pertanyaan dari masyarakat banyak dan munculnya persepsi "tumpulnya penegakan hukum pada bidang lingkungan terhadap perusahaan-perusahaan CPO".

Dengan tidak adanya langkah konkret yang dilakukan oleh aparat berwenang sampai saat ini, maka besar kemungkinan kedepannya perusahaan akan melakukan pengulangan terhadap perbuatan tersebut. Padahal kita ketahui bersama keadaan laut Dumai saat ini sudah sangat terkontaminasi, berwarna keruh kecoklatan, yang di duga akibat dari ulah keberadaan perusahaan-perusahaan yang ada di pinggir laut Dumai. 

Padahal dengan keberadaan Kota Dumai yang secara geografisnya berada di pinggir laut, dengan kultur masyarakat yang berada di daerah pesisir sebagai nelayan, seharusnya dapat meningkatkan perekonomian para nelayan, namun mirisnya saat ini sudah tiada, dan sudah tidak lagi didapati masyarakat Dumai yang menjadi nelayan. Dikarenakan tercemarnya laut Dumai, yang mengakibatkan tidak ada lagi ekosistem bagi ikan - ikan untuk berada di laut Dumai saat ini. 

Keberadaan investasi saat ini selalu menjadi dalih bagi pemerintah untuk menghalalkan segala cara demi mendapatkan dan meningkatkan pendapatan bagi negara, tanpa memikirkan kelestarian alam, dan kultur masyarakatnya.