Polri Akan Limpahkan Tahap II Ferdy Sambo Dkk ke Kejaksaan Agung

Polri Akan Limpahkan Tahap II Ferdy Sambo Dkk ke Kejaksaan Agung

JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengatakan akan melakukan pelimpahan barang bukti dan tersangka (tahap II) kasus pembunuhan berencana dan obstruction of justice atau upaya menghalangi penyidikan kasus Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan pelimpahan tahap II akan dilakukan pada Senin (3/10/2022).

“Insya Allah untuk rencana pelimpahan tahap II akan dilaksanakan, penyerahan tersangka dan barang bukti pada Senin 3 Oktober 2022. Rencana awal sementara ini ya,” kata Dedi kepada wartawan, Rabu (28/9/2022).

Menurut Dedi, para tersangka dan barang bukti akan diserahkan ke jaksa penuntut umum (JPU) pada saat pelimpahan tahap II. Dedi mengatakan, lokasi pelimpahan tahap II itu dilakukan di Bareskrim Polri, Jakarta.

“Untuk tempat penyerahannya direncanakan di Bareskrim,” ucapnya

Diberitakan sebelumnya, Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Kejagung Fadil Zumhana, pada sore hari tadi, mengumumkan kelengkapan berkas perkara kasus pembunuhan berencana dan obstruction of justice kasus Brigadir Yosua.

"Perkara ini telah memenuhi syarat formil dan materil sehingga berkas perkara juga sudah kami nyatakan lengkap,” kata Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Kejagung Fadil Zumhana di Kejagung, Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Menurutnya, pelimpahan tahap II juga sudah terjadwalkan. Diketahui, ada 5 tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua yakni Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi, Bharada E atau Richard Eliezer (ajudan Ferdy Sambo), Bripka Ricky Rizal (ajudan Ferdy Sambo), dan Kuat Ma'ruf (asisten keluarga Ferdy Sambo).

Sementara itu, ada 7 tersangka obstruction of justice kasus Brigadir J yakni Ferdy Sambo, Mantan Karopaminal Divisi Propam Polri Brigjen Hendra Kurniawan, Mantan Kaden A Biropaminal Divisi Propam Polri Kombes Agus Nurpatria.

AKBP Arif Rahman Arifin selaku Mantan Wakadaen B Biropaminal Divisi Propam Polri, Kompol Baiquni Wibowo selaku Mantan PS Kasubbagriksa Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri. Lalu, Kompol Chuck Putranto selaku Mantan PS Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri, dan Mantan Kasubnit I Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri AKP Irfan Widyanto.

Ketujuh tersangka obstruction of justice itu melakukan upaya pengerusakan barang bukti handphone (HP) dan closed-circuit television (CCTV). Mereka juga menambahkan barang bukti di TKP. [**]