Lihat Gubri dan Wagubri Kompak Mengaji, Warga: Insya Allah Riau Makin Berkah

Lihat Gubri dan Wagubri Kompak Mengaji, Warga: Insya Allah Riau Makin Berkah

PEKANBARU - Rasa kagum tak bisa disembunyikan seorang warga yang hadir dalam Gerakan Salat Subuh Berjamaah (GSSB), yang digelar pada Minggu (20/11/2022) pagi, di Masjid Raya Nurul Wathan Provinsi Riau, Rumbai, Pekanbaru.
Ia kagum melihat pemimpin Riau, Gubri Syamsuar dan Wagubri Edy Natar Nasution kompak datang ke masjid mengikuti GSSB. Bahkan keduanya sempat mengaji bersama beberapa hafiz dan hafizah.

"Baru kali ini saya melihat pemimpin Riau, dua-duanya senang ke masjid. Rajin mengaji. Kompak. Kita yakin, insya Allah Riau makin berkah," ucap pria yang lebih suka dipanggil Pak Haji itu.

Menurut Pak Haji, yang juga mendapat amanah sebagai salah seorang pengurus Masjid Raya Nurul Wathan, sejak masjid ini dibuka untuk umum, ternyata cukup banyak jamaahnya. 

"Mungkin dulu ada yang berfikir, masjid ini paling buka hari Jum'at untuk Jum'atan. Ternyata jamaahnya cukup ramai. Bahkan setiap habis magrib jelang isya, kita gunakan untuk belajar mengaji terutama bagi anak-anak sekitar," ulasnya.

Masjid Raya Nurul Wathan makin nampak syiarnya karena didukung penuh oleh Gubri dan Wagubri. "Karena dukungan Pak Gubri dan Pak Wagubri, masjid ini makin ramai," tambahnya lagi.

Tingkatkan Zakat

Saat menyampaikan sambutan, Gubri Syamsuar juga sempat menyinggung pentingnya zakat.

Ia berkali-kali bercerita saat jadi Bupati Siak, dirinya mampu menaikkan perolehan zakat berlipat-lipat. 

"Waktu saya masuk (jadi Bupati Siak), zakatnya baru sekitar Rp400 juta setahun. Begitu kita gesa, alhamdulillah sampai Rp14 miliar. Sekarang mungkin sudah di atas Rp20 miliar setahun," ungkapnya.

Gerakan zakat ini juga dipraktikkan di lingkungan Pemprov Riau. Semua gaji dan tunjangan pegawai langsung dipotong 2,5 persen dan langsung masuk ke rekening Baznas Provinsi Riau.

Makanya tak heran, bila untuk tahun 2022 ini, Baznas menargetkan zakat dari Pemprov Riau sekira Rp40 miliar dalam setahun.

Dikatakan Gubri, zakat di Kota Pekanbaru sepertinya masih minim. Baru sekira Rp10 miliar dalam setahun. Padahal potensinya cukup besar.

Itu sebabnya, Syamsuar berharap Kota Pekanbaru melalui Baznas-nya juga bisa menggesa penerimaan zakat.

Semakin banyak zakat yang terkumpul, tentu semakin banyak orang miskin atau orang tidak mampu dapat dibantu, bahkan diberdayakan dengan dibuatkan usaha tertentu.

Gubri Syamsuar sangat yakin, zakat, infaq dan sadaqah adalah salah satu media untuk mengurangi angka kemiskinan sesuai ajaran agama.

GSSB yang rutin dilaksanakan turut dihadiri Wagubri Edy Natar Nasution, para pimpinan OPD dan masyarakat yang tinggal di sekitar Masjid Nurul Wathan.

Selain ceramah agama, acara juga diselingi dengan penampilan beberapa hafiz dan hafizah yang menunjukkan kebolehannya dalam menghafal Al-Quran. 

Gubri Syamsuar dan Wagubri Edy Natar bahkan sempat menguji hafalan mereka.

GSSB juga memberikan santunan berupa sembako kepada masyarakat kurang mampu, yang didukung oleh Baznas Provinsi Riau.